Surat Gubernur Hentikan Reklamasi Teluk Benoa Dinilai Telat

Ribuan orang berdemonstrasi menolak reklamasi Teluk Benoa mengelilingi lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, 13 Januari 2018. TEMPO/BRAM SETIAWAN

TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi atau ForBali, Wayan Gendo Suardana, mengatakan keputusan pemerintah bersurat kepada PT Pelindo III untuk menghentikan proyek reklamasi Teluk Benoa terlambat. Sebab, saat ini proyek pengurukan laut itu sudah berjalan 88,81 persen.

“Seharusnya sudah bisa dari lama Gubernur (Bali) bersikap, mulai dari memberikan peringatan sampai memberhentikan. Artinya, tidak perlu sampai menunggu 88,81 proyek selesai,” ujar Wayan dalam pesan pendek kepada Tempo, Ahad petang, 25 Agustus 2019.

Wayan mengatakan semestinya Pemerintah Provinsi Bali reaktif terhadap adanya dugaan pelanggaran yang menyangkut izin analisis dampak lingkungan atau Amdal reklamasi. Adapun ia menengarai proyek itu melanggar Amdal karena berpotensi merusak ekosistem sekitar. Menurut Wayan, selama proyek dikerjakan, Pelindo III tidak memasang slit screen sesuai dengan yang disyaratkan dalam Rencana Pengelolaan Lingkungan atau RKL pada dokumen Amdal.

Selain itu, Pelindo III diduga menutupi informasi terkait dokumen-dokumen Amdal. Ia mengakui, sejumlah pegiat lingkungan tidak memperoleh akses untuk mendapat dokumen tersebut.

"Saya jadi bertanya, apakah karena Pelindo tahu mereka melakukan pelanggaran AMDAL makanya mereka menutupi informasi dokumen AMDAL reklamasi dari Kami? Saya menduga ini ada hubungannya.”katanya.

Meski begitu, Wayan mengatakan forum anti-reklamasi yang ia naungi itu mengapresiasi langkah Gubernur Bali Wayan Koster untuk bersurat ke Pelindo III dan pemerintah pusat. Dengan adanya surat permintaan pemberhentian proyek itu, pemerintah setempat setidaknya dinilai telah memperhatikan keberlanjutan Pulau Bali.

“Dalam hal ini sikap Gubernur ini sejalan dengan sikap ForBALI. Walaupun sikap Gubernur Bali terkesan terlambat tapi terpaksa harus dihargai karena terlambat lebih baik daripada tidak melakukan sama sekali,” ujarnya.

Koster sebelumnya telah meminta Pelindo III menghentikan reklamasi di sekeliling Pelabuhan Benoa. Reklamasi oleh Pelindo III itu dinilai telah menghancurkan ekosistem bakau seluas 17 hektare dan memicu terjadinya sejumlah pelanggaran.

Koster telah menyampaikan permintaan penghentian reklamasi tersebut dalam surat resminya tertanggal 22 Agustus 2019 kepada Direktur Utama Pelindo III yang juga ditembuskan kepada Menteri BUMN, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Perhubungan, serta Menteri Agraria dan Penataan Ruang.

Berdasarkan dokumen yang dihimpun dari pemerintah setempat, reklamasi yang dilakukan oleh Pelindo III dilakukan di lahan seluas 85 hektare. Pembangunan tersebut terbagi atas dia lokasi, yaitu Dumping I seluas 38 hektare dan Dumping II seluas 47 hektare. Proses administrasi reklamasi Teluk Benoa mulai dilakukan pada 2012, sedangkan pengembangannya sudah dikerjakan sejak 2017.

Ia menyatakan proyek reklamasi Teluk Benoa saat ini dihentikan sementara.  Wilis menjelaskan, sebelum proyek berjalan, seluruh izin pembangunan pelabuhan telah dikantongi oleh Pelindo III. Proyek yang mulai dikembangkan sejak 2017 itu, ujar dia, juga sudah diawasi oleh Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah atau TP4D Kajati Bali.

ANTARA






Asian Youth Chess Championship 2022 Diikuti Lebih 400 Peserta, Gubernur Wayan Koster: Positif untuk Bali

47 hari lalu

Asian Youth Chess Championship 2022 Diikuti Lebih 400 Peserta, Gubernur Wayan Koster: Positif untuk Bali

Gubernur Bali Wayan Koster resmikan Asian Youth Chess Championship diikuti lebih 400 peserta. GM Utut Adianto berharap akan lahir Grandmaster baru.


Tempat Wisata di Bali Bakal Prioritaskan Kendaraan Listrik

30 September 2022

Tempat Wisata di Bali Bakal Prioritaskan Kendaraan Listrik

Pemerintah Provinsi Bali akan memprioritaskan penggunaan kendaraan listrik di tempat wisata. baik mobil listrik maupun motor listrik.


Ketat - Longgar Protokol Kesehatan Pariwisata di Bali

18 Juni 2022

Ketat - Longgar Protokol Kesehatan Pariwisata di Bali

Gubernur Bali Wayan Koster menilai Pulau Dewata sudah berada pada posisi endemi, bukan lagi pandemi Covid-19.


Bali Bentuk Tim untuk Tindak Pelaku Wisata Nakal, Gubernur: Tidak Ada Toleransi

31 Mei 2022

Bali Bentuk Tim untuk Tindak Pelaku Wisata Nakal, Gubernur: Tidak Ada Toleransi

Gubernur Bali meminta para pelaku usaha menjaga harmonisasi alam, manusia, dan kebudayaan di Pulau Dewata.


Alasan Erick Thohir Gabungkan Pelindo: Ongkos Logistik RI Kalah dengan Negara Lain

3 Oktober 2021

Alasan Erick Thohir Gabungkan Pelindo: Ongkos Logistik RI Kalah dengan Negara Lain

Erick Thohir mengungkapkan alasannya menggabungkan PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo I (Persero), Pelindo II, Pelindo III, dan Pelindo IV.


Pelindo III Pakai PMN Rp 1,2 Triliun untuk Mengembangkan Pelabuhan Benoa

12 September 2021

Pelindo III Pakai PMN Rp 1,2 Triliun untuk Mengembangkan Pelabuhan Benoa

Pelindo III mendapat jatah Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,2 triliun pada 2021 ini. Akan digunakan untuk apa saja dana tersebut?


Pelindo III Targetkan Pengembangan Pelabuhan Benoa Selesai Pertengahan 2023

11 September 2021

Pelindo III Targetkan Pengembangan Pelabuhan Benoa Selesai Pertengahan 2023

Pengembangan Pelabuhan Benoa Bali dalam konsep Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) dijadwalkan rampung pada pertengahan 2023.


Eks Wakil Dirut Pertamina Ahmad Bambang Tutup Usia

10 Mei 2021

Eks Wakil Dirut Pertamina Ahmad Bambang Tutup Usia

Mantan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Ahmad Bambang, meninggal pada Senin, 10 Mei 2021.


Pelindo III Buka Lowongan Kerja Jadi Pandu, Simak Kriterianya

25 April 2021

Pelindo III Buka Lowongan Kerja Jadi Pandu, Simak Kriterianya

PT Pelindo III (Persero) kembali membuka lowongan kerja mengisi posisi sebagai pandu. Pendaftaran akan dibuka hingga 31 Mei 2021.


Menhub Minta 4 Dermaga di Pelabuhan Sumbawa Besar Disatukan

10 April 2021

Menhub Minta 4 Dermaga di Pelabuhan Sumbawa Besar Disatukan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengunjungi Pelabuhan Badas di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat.