Indef: Penyertaan Modal Negara ke BUMN Belum Dongkrak Kinerja

Reporter

Editor

Rahma Tri

Gedung utama Kementerian BUMN yang diresmikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno pada Ahad, 5 Mei 2019. Gedung yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, tersebut dibangun atas inisiatif dan kerja sama Kementerian BUMN dengan 143 perusahaan pelat merah. TEMPO/Francisca Christy Rosana

TEMPO.CO, Jakarta -  Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra Talattov menyoroti besaran Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai belum sejalan dengan perbaikan kinerja perseroan.

Pada tiga tahun terakhir atau periode 2015-2018, kata Abra, PMN kepada BUMN sudah mencapai Rp 130,3 triliun. Mestinya, tutur Abra, besarnya nilai suntikan modal negara itu bisa berdampak positif untuk perbaikan kinerja BUMN.

"Ironisnya, di kala alokasi PMN sangat besar justru masih banyak BUMN yang menghadapi tekanan keuangan, yang pada gilirannya kembali membebani APBN," ujar Abra dalam diskusi online Indef, Ahad, 25 Agustus 2019. Namun, ia mengaku paham bahwa PMN untuk BUMN memiliki tujuan jangka panjang yang hasilnya kembali ke pemerintah dalam bentuk pajak, dividen dan lainnya.

Berdasarkan catatan Indef, Abra mengatakan, laba perusahaan pelat merah mengalami tren menurun dalam tiga tahun terakhir. Kondisi tersebut, ujar dia, mestinya menjadi pesan bagi pemerintah bahwa ada persoalan riil yang saat ini tengah dihadapi BUMN. "Salah satu sumber utama tekanan yang ditanggung BUMN adalah beratnya beberapa penugasan pemerintah, seperti proyek infrastruktur," kata Abra.

Pada 2020 saja, Abra menyebut kebutuhan investasi Indonesia diproyeksikan mencapai Rp 5.668 triliun, dengan 10 persennya atau sekitar Rp 572,5 triliun ditargetkan berasal dari BUMN. Karena itu, untuk mendukung kebutuhan investasi BUMN, pada RAPBN 2020 pemerintah berencana mengalokasikan PMN kepada BUMN sebesar Rp 17,7 triliun.

"Dengan melihat beratnya tantangan yg dihadapi oleh BUMN, pemerintah tidak boleh memaksakan BUMN mengerjakan penugasan," kata Abra.

Menurut dia, BUMN seharusnya diberikan kesempatan untuk mereview ulang feasibility study dari tiap proyek yang diinisiasi pemerintah. "Apakah proyek-proyek tersebut memang layak secara bisnis," katanya.

Sebab, Abra mengingatkan, risiko bisnis yang ditanggung BUMN pada gilirannya juga akan berimbas terhadap APBN, baik dari sisi pengeluaran yakni subsidi, PMN, juga penerimaan pajak. "Untuk proyek-proyek berikutnya, pemerintah harus lebih banyak menggandeng peran swasta, sehingga risiko bisnis tidak menumpuk pada BUMN dan berakhir pada beban APBN."

CAESAR AKBAR






Erick Thohir Apresiasi Dukungan BUMN dalam G20

14 jam lalu

Erick Thohir Apresiasi Dukungan BUMN dalam G20

Seluruh insan BUMN bersinergi dengan multipihak untuk kesuksesan Indonesia sebagai Presidensi G20.


Percepat Transisi Energi, Erick Thohir Singgung Transformasi PLN

1 hari lalu

Percepat Transisi Energi, Erick Thohir Singgung Transformasi PLN

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).


Wamenkeu Sebut Produk Dalam Negeri Bisa Topang Ekonomi RI di Tengah Ancaman Krisis

1 hari lalu

Wamenkeu Sebut Produk Dalam Negeri Bisa Topang Ekonomi RI di Tengah Ancaman Krisis

Wamenkeu mengatakan penggunaan produk dalam negeri bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.


Wamenkeu Tak Ingin Pandemi Berlanjut ke Krisis Keuangan

1 hari lalu

Wamenkeu Tak Ingin Pandemi Berlanjut ke Krisis Keuangan

Suahasil melanjutkan, dari pandemi Covid-19, negara belajar bahwa kondisi sosial hingga ekonomi tidak terlepas dari faktor kesehatan.


Cerita Erick Thohir Tentang Produk Wine Coffee Samsosir, Hasil Fermentasi Biji Kopi Arabika dari Toba

2 hari lalu

Cerita Erick Thohir Tentang Produk Wine Coffee Samsosir, Hasil Fermentasi Biji Kopi Arabika dari Toba

Menteri BUMN Erick Thohir menerima Toba Wine Coffee dari Renhard Sidabutar.


BI Dukung Potensi Talenta Muda melalui BRILiaN Young Leader Indonesia

2 hari lalu

BI Dukung Potensi Talenta Muda melalui BRILiaN Young Leader Indonesia

Pekerja BRI mendapat kesempatan menduduki jabatan strategis, meningkatkan pengalaman dan peluang kompetisi, serta berkarir di BUMN.


Utang Pemerintah per Oktober 2022 Dekati Rp 7.500 Triliun, Ini Rinciannya

3 hari lalu

Utang Pemerintah per Oktober 2022 Dekati Rp 7.500 Triliun, Ini Rinciannya

Kementerian Keuangan menyebutkan utang pemerintah per Oktober 2022 mencapai Rp 7.496,7 atau mendekati Rp 7.500 triliun.


Erick Thohir Dianugerahi Marga Batak: Kehormatan Diangkat Anak Sidabutar

3 hari lalu

Erick Thohir Dianugerahi Marga Batak: Kehormatan Diangkat Anak Sidabutar

Dengan penganugerahan tersebut, Erick Thohir menyandang Putra Tomok dari Samosir dengan nama Erick Thohir Sidabutar.


58 BUMN Bantu Korban Gempa Cianjur, Erick Thohir: Fokus ke 40 Desa

3 hari lalu

58 BUMN Bantu Korban Gempa Cianjur, Erick Thohir: Fokus ke 40 Desa

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengirimkan bantuan dari 58 BUMN yang tergabung dalam Satgas BUMN untuk korban bencana gempa Cianjur, Jawa Barat.


Sebut Harga Tiket Kereta Cepat Terlampau Murah, Ekonom: Jadi Beban Berkepanjangan

4 hari lalu

Sebut Harga Tiket Kereta Cepat Terlampau Murah, Ekonom: Jadi Beban Berkepanjangan

Ekonom menilai proyek kereta cepat akan menjadi beban bagi Indonesia dalam jangka panjang karena harga tiket yang dijual terlampau murah.