KEK Galang Batang Bintan Bidik Investasi Rp 17 Triliun

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meresmikan pengoperasian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang dan Peletakan Batu Pertama Refinery dan PLTU, Bintan, Sabtu, 8 Desember 2018. Dokumentasi: Kemenko Perekonomian

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meresmikan pengoperasian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang dan Peletakan Batu Pertama Refinery dan PLTU, Bintan, Sabtu, 8 Desember 2018. Dokumentasi: Kemenko Perekonomian

    TEMPO.CO, Jakarta - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Bintan, membidik kucuran dana investasi sebesar Rp17 triliun sampai dengan akhir 2020. Direktur Utama pengelola KEK, PT Bintan Alumina Indonesia (BAI), Santoni optimistis target tersebut dapat tercapai karena pabrik alumina refinery sudah mulai produksi pada 2020.

    ”Hingga Agustus ini, PT. BAI telah merealisasikan investasi Rp 5 triliun,” kata Santoni dalam siaran resmi Sabtu 24 Agustus 2019. Menurut dia, dana sebesar itu akan digunakan untuk membangun pabrik alumina refinery dan gas plant.

    Selain itu KEK Galang Batang juga dipersiapkan untuk pelabuhan dengan dermaga serbaguna dan dermaga tongkang yang pembangunannya sudah mencapai 95 persen. Karena itu, Santoni yakin, investasi tersebut akan meningkat drastis menjadi Rp 15 triliun hingga Rp 17 triliun pada akhir tahun 2020, dengan target pada Desember tahun 2020 pabrik sudah mulai produksi.

    ”Kami meminta dukungan pemerintah agar semua bisa sesuai jadwal. Target ini tidak mudah dicapai tanpa dukungan semua pihak,” kata Santoni. Dia melanjutkan, pada triwulan I tahun 2021, PT. BAI menargetkan sudah bisa ekspor alumina 1 juta ton dengan devisa yang tercipta US$ 350 juta.

    Seperti diketahui, KEK Galang Batang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 2017 dengan target nilai investasi Rp36,25 triliun selama 5 tahun dan mampu menyerap tenaga kerja 23.200 orang. BAI merupakan perusahaan pembangun dan pengelola KEK Galang Batang.

    Santoni menjelaskan hingga saat ini pihaknya telah menguasai lahan seluas 1.750 hektare dari target 2.333 hektare. Lahan seluas itu untuk membangun pengolahan dan pemurnian bijih bauksit  menjadi alumina berkapasitas 2 juta ton per tahun. Kemudian pengolahan alumina menjadi aluminium ingot (smelting) berkapasitas 1 juta ton per tahun, pengembangan PLTU, dan pengembangan pelabuhan bongkar muat.

    Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Kemenko Ekonomi, Wahyu Utomo  menegaskan pemerintah memberi dukungan penuh terhadap kelancaran pembangunan dan investasi di KEK Galang Batang yang memberi dampak ekonomi signifikan terhadap daerah dan juga nasional. ”Misalnya tadi ada persoalan sertifikasi lahan dan proses perizinan, kita akan bantu koordinasikan dengan instansi terkait supaya semua berjalan lancar,” kata Wahyu Utomo.

    BISNIS 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.