Mobil Dinas Baru Jokowi, Mendagri: Yang Penting Ikuti Prosedur

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam acara Apel Bersama dan Pembacaan Ikrar ASN untuk Ikut Serta Mensukseskan Pemilu 2019 di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, 5 April 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam acara Apel Bersama dan Pembacaan Ikrar ASN untuk Ikut Serta Mensukseskan Pemilu 2019 di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, 5 April 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Keputusan pemerintah membeli mobil dinas baru bagi presiden dan wakil presiden dinilai tidak perlu dipermasalahkan selama melalui prosedur dan mekanisme yang berlaku.

    “Yang penting semua prosedur sudah dilalui sesuai mekanisme yang ada, baik tender secara terbuka maupun penganggaran terbuka disetujui DPR,” kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam pesan singkat yang diterima di Jakarta, Sabtu, 24 Agustus 2019.

    Menurut Tjahjo, pembelian kendaraan dinas baru tersebut memang diperlukan karena sudah beroperasi selama 10 tahun sejak mobil itu diproduksi di pabriknya. Ia bahkan mencontohkan mobil dinas yang digunakannya pun juga sering mengalami kerusakan.

    “Mobil dinas Crown yang saya pakai masih bisa jalan dan dipakai, walau saya sering turun di jalan, pindah ke mobil patroli pengawal (patwal) karena mendadak mogok di jalan,” katanya.

    Menurut dia, batas pemakaian mobil selama 10 tahun menjadi standar ideal penggunaan. Pasalnya, jika lebih dari waktu pemakaian itu, mobil memerlukan perawatan ekstra untuk menghindari kinerja suku cadangnya sehingga berpengaruh pada aspek keselamatan pengguna.

    Tjahjo pun mengatakan rencana pembelian mobil dinas baru itu sudah pernah dimunculkan pada 2009, ketika Presiden Joko Widodo atau Jokowi baru terpilih sebagai kepala negara. Namun, akhirnya Presiden Jokowi memutuskan tidak mengganti mobil dinasnya karena dianggap masih layak pakai saat itu.

    “Lima tahun lalu berita tentang perlu atau tidak ganti mobil dinas sudah muncul, dan Bapak Presiden Jokowi memutuskan mobil dinas pejabat negara tidak ganti karena masih layak dipakai,” ujarnya.

    Rencana pembelian mobil dinas baru oleh pemerintah disebabkan mobil yang sehari-hari dipakai Presiden Joko Widodo sering mengalami kerusakan mulai dari mogok, kaca susah dibuka, dan perangkat komunikasi tiba-tiba menyala.

    Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono mengatakan dua mobil dinas baru diperkirakan tiba di Jakarta pada akhir tahun 2019, sehingga dapat digunakan untuk kegiatan operasional di kabinet yang baru.

    Jenis mobil dinas baru Presiden Joko Widodo tidak berubah dari yang sebelumnya yakni produksi Jerman Mercedes-Benz seri S600 Pullman Guard. Sementara itu, mobil dinas yang lama tetap akan digunakan untuk cadangan operasional kegiatan presiden dan wapres.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.