Ridwan Kamil Dorong Pemekaran Kabupaten / Kota, Sebab..

Gubernur Jabar Ridwan Kamil meninjau sejumlah titik di Waduk Jatiluhur, Minggu, 18 Agustus 2019.

TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan lebih mendukung pemekaran kabupaten/kota dari pada pembentukan provinsi baru. “Kalau lihat pemekaran, lihat urgensinya. Urgensinya itu datang dari pelayanan publik yang terlalu lama, terlalu jauh. Maka saya cenderung pemekaran desa dan pemekaran daerah tingkat dua,” kata dia di Bandung, Kamis, 22 Agustus 2019.

Ridwan Kamil membandingkan dengan Jawa Timur yang memiliki Daerah Tingkat II lebih banyak daripada Jawa Barat. Jawa Timur dengan penduduk 40 juta memiliki 40 kabupaten/kota, sementara Jawa Barat dengan penduduk hampir 50 juta hanya memiliki 27 kabupaten/kota. Gara-gara perbedaan itu, dana bantuan keuangan pemerintah pusat yang mengucur ke Jawa Timur lebih besar ketimbang Jawa Barat.

“Jadi uang dari pusat itu turun ke Daerah Tingkat II, bukan ke provinsi. Makanya gak relevan pembentukan provinsi mah, gak berpengaruh. Yang berpengaruh itu adalah pemekaran Tingkat II. Tambah 10 daerah saja, itu uang triliunan-triliunan dari pusat (masuk), karena berbanding lurus dengan jumlah daerah,” kata Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil mengatakan, dengan urgensi mendekatkan layanan publik, pemekaran desa juga menjadi relevan untuk mendekatkan pelayanan publik dengan warga. “Banyak desa-desa yang terlalu luas juga, sehingga pelayanan desanya terlalu jauh, kasihan,” kata dia.

Sebelumnya, Ridwan Kamil mengatakan, akselerasi pembangunan di Jawa Barat dilakukan salah satunya dengan percepatan pembangunan di desa. Percepatan pembangunan desa, bukan melulu soal infrastruktur tapi juga pembenahan sistem keuangan desa.

Dia mengklaim, programnya, One Village One Company atau OVOC untuk menggali potensi ekonomi desa sekaligus penyediaan lapangan kerja yang lebih baik bagi warga desa. “Dengan begitu, masyarakat desa akan mendapatkan penghasilan yang tinggi. Tinggal di desa, rezeki kota,” kata dia, dikutip dari keterangan tertulisnya, 20 Agustus 2019.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan, 47 persen desa di Jawa Barat belum memiliki sistem keuangan yang baik yang diklaimnya menjadi penyebab perputaran ekonomi di desa lamban. “Akar permasalahannya itu adalah warga desa dijauhkan dari potensi desanya sendiri. Berangkat dari situ, OVOC diluncurkan agar potensi desa dapat dimaksimalkan untuk kesejahteraan,” kata dia.

Setahun terakhir Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dikembangkan lagi lewat program OVOC. Hingga saat ini sudah 596 BUMDes aktif lagi, 272 BMDes baru terbentuk dan menyusul ratusan lagi. “Tahun ini kita berharap seluruh desa itu mempunyai BUMDes. Setelah terbentuk, akan ada bantuan modal, akses pemasaran, dan temu bisnis. Target ke depan adalah menaikkan Indeks Klasifikasi BUMDes,” katanya.






Usai Gempa Cianjur, Bagaimana Trauma Healing Bencana Alam dari Sisi Psikologi?

7 jam lalu

Usai Gempa Cianjur, Bagaimana Trauma Healing Bencana Alam dari Sisi Psikologi?

Mayoritas korban gempa Cianjur memilih bertahan di titik-titik pengungsian karena mengalami trauma bencana alam. Bagaimana resep trauma healing?


Puluhan Ribu Rumah Rusak Pasca-Gempa Cianjur, Ridwan Kamil Akan Belajar dari Jepang

22 jam lalu

Puluhan Ribu Rumah Rusak Pasca-Gempa Cianjur, Ridwan Kamil Akan Belajar dari Jepang

BRIN mencatat, lebih dari 80 persen rumah di zona kegempaan tinggi adalah rumah rakyat. Seperti di Cianjur, rumah rakyat kebanyakan tak tahan gempa.


Ahli dari UGM Sebut Aktivitas Gempa Darat di Jawa Bagian Barat Lebih Tinggi

2 hari lalu

Ahli dari UGM Sebut Aktivitas Gempa Darat di Jawa Bagian Barat Lebih Tinggi

Ahli dari UGM menyebut aktivitas gempa di Pulau Jawa bagian barat yang diakibatkan oleh sesar aktif di darat lebih tinggi dibandingkan daerah lain.


Xi Jinping Sampaikan Duka Cita ke Jokowi Atas Gempa Cianjur, Cina Siapkan Bantuan

3 hari lalu

Xi Jinping Sampaikan Duka Cita ke Jokowi Atas Gempa Cianjur, Cina Siapkan Bantuan

Tak hanya pemerintah Cina, pemerintah Jepang juga telah menyiapkan bantuan untuk penanganan bencana gempa Cianjur


Pemerintah Jawa Barat Siapkan Rp 20 Miliar untuk Tanggap Darurat Gempa Cianjur

3 hari lalu

Pemerintah Jawa Barat Siapkan Rp 20 Miliar untuk Tanggap Darurat Gempa Cianjur

Ridwan Kamil mengatakan, pemerintah provinsi menyiapkan anggaran dari pos Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk tanggap darurat bencana gempa Cianjur


Ridwan Kamil Jamin Biaya Pengobatan Korban Gempa Cianjur Gratis: Warga Sudah Susah

3 hari lalu

Ridwan Kamil Jamin Biaya Pengobatan Korban Gempa Cianjur Gratis: Warga Sudah Susah

Ridwan Kamil menyayangkan adanya ekses penagihan kepada korban gempa Cianjur hingga Rp 5 juta oleh pihak tertentu.


SDN Pondok Cina 1 jadi Masjid, Wali Kota Depok: Clear, Anggaran Sudah Diteken

4 hari lalu

SDN Pondok Cina 1 jadi Masjid, Wali Kota Depok: Clear, Anggaran Sudah Diteken

Wali Kota Depok Mohammad Idris menyatakan rencana relokasi dan alih fungsi lahan SDN Pondok Cina 1 menjadi masjid sudah sesuai prosedur


Gempa Cianjur Rusak Ribuan Rumah dan Menelan 268 Nyawa, Simak Tanah Longsor Akibat Gempa

4 hari lalu

Gempa Cianjur Rusak Ribuan Rumah dan Menelan 268 Nyawa, Simak Tanah Longsor Akibat Gempa

Gempa Cianjur berujung pada bencana longsor di daerah Puncak. Berikut mekanisme dan ragam bencana longsor akibat gempa bumi.


Ajak Kepala Daerah Bantu Gempa Cianjur, Tito: Gunakan Dana Belanja Tidak Terduga

4 hari lalu

Ajak Kepala Daerah Bantu Gempa Cianjur, Tito: Gunakan Dana Belanja Tidak Terduga

Mendagri Tito Karnavian, mengajak kepala daerah di seluruh Indonesia untuk meringankan beban para korban terdampak gempa Cianjur.


4 Fakta Dampak Gempa Cianjur, Kerusakan dari Sekolah Sampai Tugu Ayam Pelung Ambruk

5 hari lalu

4 Fakta Dampak Gempa Cianjur, Kerusakan dari Sekolah Sampai Tugu Ayam Pelung Ambruk

Gempa Cianjur berkekuatan magnitudo 5,6. Banyak kerusakan dan korban jiwa yang terdampak setelahnya.