BI Pangkas Suku Bunga, Harga Surat Utang Negara Terkerek

Reporter

Editor

Rahma Tri

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di gedung BI, Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Keputusan Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin telah mengerek harga surat utang negara (SUN). Analis fixed income MNC Sekuritas I Made Adi Saputra mengatakan, keputusan Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga cukup mengejutkan bagi pelaku pasar.

Sebelumnya, sejumlah analis memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga yang pada Juli telah turun dari 6 persen menjadi 5,75 persen. Namun, rapat dewan gubernur (RDG) pada Kamis 22 Agustus 2018 ini memutuskan bahwa suku bunga turun dari 5,75 persen menjadi 5,5 persen.

Sebagai imbasnya, Made mengatakan, harga SUN naik. Beberapa seri SUN yang mengalami kenaikan antara lain seri FR0078 yang harganya naik 30 basis poin (bps) dibandingkan dengan penutupan kemarin dan yield turun menjadi 7,21 persen. Hal yang sama juga terjadi pada seri FR0082 yang mengalami kenaikan harga sebesar 30 bps sehingga yield turun menjadi 7,24 persen.

“Keputusan hari ini cukup mengejutkan di mana estimasi dari pelaku pasar BI masih mempertahankan suku bunga acuan,” ujar Made saat dihubungi Bisnis.com, Kamis.

Meskipun suku bunga acuan turun, dia menyebut proyeksi yield SUN tenor 10 tahun masih dipertahankan di level 7,11 persen pada akhir tahun.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kebijakan tersebut konsisten dengan rendahnya perkiraan inflasi di bawah titik tengah, tetap menariknya imbal hasil aset keuangan domestik sehingga mendukung stabilitas eksternal, serta langkah preemptive untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dari dampak perlambatan ekonomi global.

Untuk merespons kondisi tersebut, sejumlah bank sentral dunia melakukan pelonggaran moneter termasuk yang dilakukan oleh The Fed pada Juli 2019.

Seiring dengan penurunan suku bunga acuan, nilai tukar rupiah masih bergerak sesuai dengan fundamentalnya sehingga menopang ketahanan ekonomi domestik. Ke depan, rupiah akan bergerak stabil seiring dengan prospek aliran modal asing yang tetap terjaga seiring ekonomi domestik yang baik dan imbal hasil yang menarik.

BISNIS

 





Bank Indonesia: Selama Sepekan Modal Asing Masuk Rp 9,64 Triliun

4 jam lalu

Bank Indonesia: Selama Sepekan Modal Asing Masuk Rp 9,64 Triliun

Bank Indonesia (BI) mencatat terdapat modal asing masuk Rp9,64 triliun ke pasar keuangan Indonesia dalam satu pekan ini.


Rupiah Pagi Ini Menguat Tinggalkan Posisi Rp 15.500

16 jam lalu

Rupiah Pagi Ini Menguat Tinggalkan Posisi Rp 15.500

Rupiah menguat 0,85 persen dari posisi kemarin yang ditutup di level Rp 15.563.


Rupiah Kembali Menguat di Level Rp 15.563 per Dolar AS Sore Ini

1 hari lalu

Rupiah Kembali Menguat di Level Rp 15.563 per Dolar AS Sore Ini

Rupiah menutup perdagangan Kamis, 1 Desember 2022 dengan penguatan 169 poin di level Rp 15.563 per dolar AS.


Utang RI Mendekati Rp 7.500 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman, Asalkan...

1 hari lalu

Utang RI Mendekati Rp 7.500 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman, Asalkan...

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai utang Indonesia masih tergolong aman.


Gubernur BI: Koordinasi Erat Jadi Kekuatan RI Hadapi Ekonomi Dunia yang Bergejolak

2 hari lalu

Gubernur BI: Koordinasi Erat Jadi Kekuatan RI Hadapi Ekonomi Dunia yang Bergejolak

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyatakan Indonesia memiliki kekuatan tersendiri untuk menghadapi perekonomian global yang bergejolak.


Gubernur BI Paparkan 5 Risiko yang Dihadapi Perekonomian Global

2 hari lalu

Gubernur BI Paparkan 5 Risiko yang Dihadapi Perekonomian Global

Di tengah perekonomian global yang masih bergejolak, Gubernur BI Perry Warjiyo memperkirakan ada risiko stagflasi, bahkan resflasi.


Rupiah Lesu di Level Rp15.730, Demonstrasi Cina dan Kebijakan The Fed Jadi Sentimen

3 hari lalu

Rupiah Lesu di Level Rp15.730, Demonstrasi Cina dan Kebijakan The Fed Jadi Sentimen

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi melemah.


29 Bank Masuk BI Fast, Mewakili 87 Persen Sistem Pembayaran Ritel Nasional

3 hari lalu

29 Bank Masuk BI Fast, Mewakili 87 Persen Sistem Pembayaran Ritel Nasional

Bank Indonesia (BI) mengumumkan ada jumlah peserta BI Fast kini bertambah sebanyak 29 bank.


DANA Luncurkan Layanan QRIS Transfer, Tarik Tunai, dan Setor Tunai

4 hari lalu

DANA Luncurkan Layanan QRIS Transfer, Tarik Tunai, dan Setor Tunai

Dompet digital DANA turut menerapkan sistem QRIS TTS.


Kurs Rupiah Melemah ke 15.728 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?

4 hari lalu

Kurs Rupiah Melemah ke 15.728 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?

Kurs rupiah melemah pada perdagangan awal pekan ini, Senin, 28 November 2022.