Aksi Demo Papua, 62 Akun Terpantau Aktif Sebar Hoaks Provokatif


TEMPO.CO,Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat ada 62 akun aktif yang diduga secara intens telah menyebarkan konten-konten hoaks provokatif terkait kerusuhan di Papua dan Papua Barat. Pelaksana tugas Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan, konten sensitif itu diviralkan melalui sejumlah platform.

"Penyebaran memang melalui Facebook, Twitter, dan WhatsApp Group," ujarnya kala dihubungi Tempo pada Kamis, 22 Agustus 2019.

Ferdinandus alias Nando mengatakan, 62 akun itu menyebarkan dua item konten hoaks berupa potongan video yang diedit dengan kalimat rasialis. Konten tersebut, ujar dia, memuat hoaks tentang penculikan mahasiswa dan warga yang dikabarkan tewas.

Menurut Nando, penyebaran terjadi secara intens sejak Senin, 19 Agustus 2019. Saat ini, Kominfo telah berkoordinasi dengan Polri untuk mengusut pemilik 62 akun ini. Nando mengimbau masyarakat tak tersulut konten hoaks.

Kominfo sebelumnya telah memberlakukan kebijakan blokir internet di Provinsi Papua dan Papua Barat sejak Rabu petang, 21 Agustus 2019. Nando belum dapat memastikan kapan Kominfo akan mencabut kebijakan ini. Saat ini, kementerian mengevaluasi kebijakan setiap 3 jam.

Adapun kebijakan ini diambil untuk mempercepat proses pemulihan situasi. Selain itu, pemblokiran oleh kementerian menimbang alasan keamanan dan ketertiban. 

Nando mengatakan ada dua syarat agar layanan telekomunikasi dapat kembali dipulihkan. "Syaratnya, pertama kami melihat situasi normal," ujar dia. 

Syarat kedua, jumlah penyebaran konten-konten hoaks di Papua yang mengandung narasi provokatif menurun. Nando mengatakan, dalam tiga hari, telah ditemukan 62 akun yang aktif menyebarkan konten sensitif dan memantik kericuhan.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA






Indonesia Fact Checking Summit 2022 Perkuat Kolaborasi untuk Tangkal Hoaks Jelang Pemilu 2024

14 jam lalu

Indonesia Fact Checking Summit 2022 Perkuat Kolaborasi untuk Tangkal Hoaks Jelang Pemilu 2024

Mafindo bersama AMSI, dan AJI berkomitmen untuk berkolaborasi melawan hoaks jelang Pemilu 2024.


Meta Didenda Rp 4,3 Triliun karena Data Facebook 2021 Bocor di Irlandia

22 jam lalu

Meta Didenda Rp 4,3 Triliun karena Data Facebook 2021 Bocor di Irlandia

Kasus ini mencatat pelanggaran dua pasal peraturan GDPR Uni Eropa oleh Meta.


Gedung Putih Mengawasi Informasi yang Salah di Twitter

1 hari lalu

Gedung Putih Mengawasi Informasi yang Salah di Twitter

Menurut Gedung Putih, perusahaan media sosial seperti Twitter punya tanggung jawab mencegah platformnya digunakan untuk menghasut kekerasan.


Elon Musk Bakal Bikin Ponsel Sendiri Jika Apple dan Google Hapus Twitter

1 hari lalu

Elon Musk Bakal Bikin Ponsel Sendiri Jika Apple dan Google Hapus Twitter

Elon Musk mengatakan bukan tak mungkin ia akan membuat telepon pintar bila Google dan Apple menghapus Twitter dari aplikasi mereka.


Elon Musk Tantang Apple, Siapkan Perang

1 hari lalu

Elon Musk Tantang Apple, Siapkan Perang

Dalam serangkaian tweet selama 15 menit, Elon Musk menuduh Apple mengancam akan menahan Twitter dari App Store.


Twitter Akan Autentikasi Akun Terverifikasi Secara Manual Mulai 2 Desember

2 hari lalu

Twitter Akan Autentikasi Akun Terverifikasi Secara Manual Mulai 2 Desember

Twitter sempat meluncurkan kembali program verifikasi Mei lalu setelah jeda, tetapi dihentikan lagi setelah Elon Musk mengambil alih.


Bertemu Tokoh Antisemit, Donald Trump Dikritik Republikan

2 hari lalu

Bertemu Tokoh Antisemit, Donald Trump Dikritik Republikan

Donald Trump dikritik politikus Partai Republik karena bertemu tokoh antisemit Nick Fuentes. Trump mengatakan pertemuan itu tak disengaja.


Al Shabaab Menyerang Hotel yang Digunakan Pejabat Somalia

3 hari lalu

Al Shabaab Menyerang Hotel yang Digunakan Pejabat Somalia

Milisi Al Shabaab, yang terkait dengan Al Qaeda, menyatakan mereka menargetkan istana kepresidenan Somalia di dekat hotel.


Elon Musk Menyebut Penangguhan Akun Twitter Donald Trump adalah Kesalahan Besar

4 hari lalu

Elon Musk Menyebut Penangguhan Akun Twitter Donald Trump adalah Kesalahan Besar

Elon Musk mengatakan Twitter memperbaiki kesalahan besar dalam menangguhkan akun Donald Trump. Trump tidak akan menggunakan Twitter lagi.


Saldo di Rekening Brigadir J Disebut-sebut Mencapai Rp 100 Triliun, PPATK: Itu Hoaks

4 hari lalu

Saldo di Rekening Brigadir J Disebut-sebut Mencapai Rp 100 Triliun, PPATK: Itu Hoaks

PPATK mengkonfirmasi bahwa kabar soal rekening Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J mencapai Rp 100 triliun tidak benar.