Bandara Internasional Toraja Ditarget Beroperasi Akhir Desember

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pehubungan Budi Karya Sumadi mengecek pembangunan Bandara Buntu Kunik di Toraja, Sulawesi Selatan, Rabu, 12 September 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Pehubungan Budi Karya Sumadi mengecek pembangunan Bandara Buntu Kunik di Toraja, Sulawesi Selatan, Rabu, 12 September 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembangunan Bandara Internasional Toraja Buntu Kunik di Tana Toraja Sulawesi Selatan ditargetkan rampung pada bulan Desember 2019. Pembangunan bandara ini diharapkan dapat memajukan pariwisata setempat karena akses menuju destinasi wisata Tana Toraja semakin mudah. 

    Perwakilan Kementerian Perhubungan, Anas, mengatakan pembangunan Bandara Buntu Kunik akan dimaksimalkan sesuai dengan permintaan Gubernur Sulawesi Selatan, dengan panjang landas pacu mencapai 2.600 meter. Namun, untuk tahun 2019 anggaran hanya cukup untuk 1.400 meter untuk melayani operasi pesawat jenis ATR 72.

    "Targetnya kita itu selesai Desember tahun 2019. Mudah-mudahan tidak ada kendala Desember ataupun awal Januari kita sudah beroperasi," kata Anas dalam keterangannya di Makassar, Kamis 22 Agustus 2019. 

    Adapun untuk terminal Bandara Buntu Kunik sendiri akan dibangun dengan seluruh fasilitas lainnya dengan alokasi anggaran Rp80 miliar. "Untuk terminal masuk di fasilitas isi darat. Anggarannya sudah dialokasikan sementara proses revisi dari eselon satu Kementerian Perhubungan, untuk proses lelangnya sudah selesai, sudah ada pemenang tender kalau tidak ada halangan akhir bulan Desember kita sudah jalan," kata Anas. 

    Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menjelaskan pembangunan bandara tersebut sudah berjalan dengan baik sesuai harapan. Namun pekerjaan terlebih dahulu dikerjakan satu jalur dengan panjang 1.400 meter landasan. "Kita sudah 1.400 landasan dari dua sisi, tapi kita kerjakan satu sisi dulu. Tapi kita berharap selesai tender ini kita bisa tambahkan supaya rampung dua jalur," kata mantan Bupati Bantaeng dua periode itu.

    Diharapkan, proyek infrastruktur ini bisa diselesaikan dengan cepat agar wisatawan bisa menikmati akses transportasi darat dengan nyaman. "Harapan kita terminal juga bisa selesai cepat, karena persoalan yang dihadapi Toraja ini adalah akses itu saja. Orang semua mau ke Toraja cuman iya tahulah kalau kita lewat darat habis waktu 8 jam," ujar Nurdin. 

    Tidak tanggung-tanggung, Nurdin ingin pembangunan Bandara Internasional Toraja Buntu Kunik ini dengan panjang landasan 2.600 meter. Tujuannya, supaya bisa digunakan pesawat jet untuk mendarat. "Nah kalau Bandara ini selesai, ini menjadi salah satu pemicu orang akan berinvestasi, bangun hotel, restoran, mall, semuanya akan berkembang," kata dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.