Hingga Agustus 2019, BBM Satu Harga Jangkau 167 Titik Penyaluran

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memeriksa dirijen sebelum melakukan pengisian ulang BBM bersubsidi di SPBU Kompak, Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu 14 November 2018. BBM yang dibeli masyarakat dari agen premium dan minyak solar di Krayan maupun SPBU Kompak di Krayan Selatan memberikan manfaat untuk aktivitas warga dan masyarakat pun merasakan BBM satu harga yang sama dengan kota lainnya di Indonesia. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.

    Pekerja memeriksa dirijen sebelum melakukan pengisian ulang BBM bersubsidi di SPBU Kompak, Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu 14 November 2018. BBM yang dibeli masyarakat dari agen premium dan minyak solar di Krayan maupun SPBU Kompak di Krayan Selatan memberikan manfaat untuk aktivitas warga dan masyarakat pun merasakan BBM satu harga yang sama dengan kota lainnya di Indonesia. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah tengah menyeragamkan harga bahan bakar minyak atau BBM sampai 2024. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi atau BPH Migas mencatat, hingga Agustus 2019, program BBM satu harga telah mencapai 167 titik lembaga penyalur. 
     
    “Target kami sampai September ada 170 titik. Tinggal tiga lagi, kami optimistis selesai,” ujar Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Agustus 2019. 
     
    Adapun dari 167 titik yang telah terealisasi, 144 titik di antaranya sudah diresmikan dan beroperasi. Sejak dicanangkan pada 2017 hingga Agustus 2019, Fanshurullah mengatakan pemerintah telah mengucurkan 205.141 kiloliter BBM satu harga. Dengan begitu, ia menyatakan program ini menjangkau 571.991 keluarga di 164 kecamatan. 
     
    Penyeragaman harga BBM diprioritaskan menyasar masyarakat di wilayah 3T atau terdepan, terluar, dan tertinggal. Berdasarkan rancangannya, BBM satu harga ditetapkan sebesar Rp 6.450 per liter untuk jenis Premium dan Rp 5.150 per liter. 
     
    Dalam rancangan kerja pemerintah 2019-2024, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM berencana melanjutkan program BBM satu harga tersebut. Menurut Fanshurullah, pemerintah telah mengetok bakal menambah 330 titik di wilayah 3T hingga akhir 2024 nanti. 
     
    Penyeragaman harga BBM pada 2020 ditargetkan menjangkau 77 lembaga titik lembaga penyalur. Sedangkan pada 2021, ada 77 penyalur yang bakal dijangkau. Kemudian berturutu-turut pada 2022 sebanyak 73 penyalur, 2023 sebanyak 60 penyalur, dan 2024 sebanyak 43 penyalur. 
     
    Dengan penambahan 330 titik lembaga penyalur, pemerintah memproyeksikan tinggal 1.252 kecamatan di daerah 3T yang belum terdampak program BBM satu harga. Untuk daerah-daerah yang belum terjangkau kebijakan itu, Fanshurullah menyarankan membangun SPBU mini. 
     
    “Saat ini badan usaha di Indonesia yang sudah membangun SPBU mini adalah Pertashop milik Pertamina, G-Lite milik Garuda Mas Energi, dan Mobil milik Exxon  Mobil dan Indomobil,” tuturnya. Lembaga penyalur itu telah mengantongi izin pemerintah daerah dan bisa menjual BBM non-subsidi dengan spesifikasi oktan di atas 90. 
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.