Bagikan Sertifikat di Kupang, Jokowi: Jangan untuk Beli Motor

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan 5.000 sertifikat tanah  Program Prioritas Nasional berupa Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di lapangan Maulana Yudhanegara Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang di Tigaraksa, Senin, 18 Februari 2019, FOTO: AYU CIPTA/TEMPO.

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan 5.000 sertifikat tanah Program Prioritas Nasional berupa Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di lapangan Maulana Yudhanegara Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang di Tigaraksa, Senin, 18 Februari 2019, FOTO: AYU CIPTA/TEMPO.

    TEMPO.CO, Kupang - Presiden Joko Widodo atau Jokowi hari ini membagikan 2.706 sertifikat gratis bagi warga Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan dan Kota Kupang. "Sertifikat ini sebagai bukti kepemilikan atas tanah bapak/ibu sekalian," kata Jokowi di Kantor Bupati Kupang, Rabu, 21 Agustus 2019.
     
    Biasanya, lanjut Jokowi, kalau masyarakat sudah memegang sertifikat pasti ingin menggadaikannya. Karena itu, Jokowi menyarankan agar sertifikat yang akan digadaikan di Bank untuk kepentingan produktif, seperti usaha. "Jangan gadai sertifikat Rp30 juta lalu beli motor untuk gaya. Setelah enam bulan tidak bisa bayar angsuran, jelas sertifikat hilang dan motor juga hilang," kata Presiden mengingatkan.
    Jokowi mengaku selalu mendapat keluhan terkait sengketa tanah atau lahan dengan tetangga, pengusaha dan pemerintah. Masalahnya, karena tidak ada sertifikat. "Dengan adanya sertifikat ini, maka tidak ada sengketa lahan lagi," tutur dia.
     
    Tak hanya mengingatkan agar sertifikat tak digadaikan, Jokowi juga mengingatkan agar sertifkat yang suda ada itu difotokopi. Dengan demikian, jika sertifikat hilang maka pemilik masih memiliki salinannya dan bisa diurus kembali ke pertanahan. "Pulang sertifikat diberi plastik, dan dicopy ya," kata Jokowi.
     
    Mariana Mbatu, salah seorang penerima sertifikat gratis mengaku akan menggadaikan sertifikatnya untuk usaha garam dan sebagian untuk anak sekolah. "Mau di pakai untukksekolahkan anak. Sebagian usaha garam," katanya.
     
    Sebelum menyerahkan sertifikat, Presiden Jokowi melakukan panen garam perdana di Desa Nunkurus, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Panen yang dilakukan di atas lahan seluas 10 hektare itu menghasilkan 50 ton garam.
     
    Menurut Jokowi, potensi luas lahan garam di NTT mencapai 21 ribu hektare (ha). Di Kupang, ada sekitar 7 ha yang akan digarap, namun panen hari ini baru di atas lahan 10 ha.  "Masih jauh dari harapan, tapi kita harus memulainya," kata Presiden.
     
    YOHANES SEO

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.