Kemendag Siap Keluarkan Izin Impor Jagung

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengemas jagung yang akan didistribusikan ke peternak di Gudang Bulog, Surabaya, Jawa Timur, Kamis 24 Januari 2019. Jagung tersebut merupakan jagung impor gelombang kedua dari Brazil, sebanyak 26 ribu ton yang merupakan bagian dari total 100 ribu ton jagung impor dan selanjutnya didistribusikan ke sejumlah peternak di wilayah Jawa dan sekitarnya. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    Pekerja mengemas jagung yang akan didistribusikan ke peternak di Gudang Bulog, Surabaya, Jawa Timur, Kamis 24 Januari 2019. Jagung tersebut merupakan jagung impor gelombang kedua dari Brazil, sebanyak 26 ribu ton yang merupakan bagian dari total 100 ribu ton jagung impor dan selanjutnya didistribusikan ke sejumlah peternak di wilayah Jawa dan sekitarnya. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    TEMPO.COMANGAPURA — Pemerintah siap mengimpor jagung pada tahun ini untuk mengantisipasi dampak penurunan produksi domestik akibat kemarau kering yang panjang.

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku siap mengeluarkan izin impor jagung dalam waktu dekat. Namun, dia mengatakan akan lebih dahulu menunggu rekomendasi dari kementerian teknis yakni Kementerian Pertanian (Kementan).

    "Kita akan minta rekomendasi dari Kementan, bahwa akan terjadi [dampak] kekeringan terhadap produksi dan stok jagung," ujarnya ketika ditemui di sela-sela forum Indonesia-Africa Infrastructure Development (IAID) di Nusa Dua Bali, Rabu 21 Agustus 2019.

    Dia menuturkan, selama ini harga jagung dalam negeri yang tinggi menjadi kendala tersendiri bagi peternak ayam domestik. Menurutnya, hal tersebut membuat ongkos produksi ayam di dalam negeri menjadi mahal. 

    "Harga jagung Indonesia lebih mahal daripada yang kita impor dari Brasil, yang bahkan lama pengirimannya mencapai 3 bulan. Artinya kita harus instrospeksi terhadap hal tersebut," lanjutnya.

    Dia menambahkan, saat ini dengan terbatasnya pasokan dan mahalnya harga jagung domestik membuat para produsen pakan ternak mengalihkan bahan bakunya dari jagung ke gandum. Menurutnya, harga gandum impor lebih mahal dibandingkan dengan jagung impor.

    Namun, langkah itu terpaksa ditempuh para produsen pakan ternak agar tidak terpapar oleh tekanan dari tingginya harga jagung domestik berikut dengan terbatasnya produksi komoditas itu di dalam negeri. 

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.