Panen Garam Perdana di Kupang, Jokowi: Kualitas Lebih Bagus

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan keterangan terkait kerusuhan di Manokwari dan Sorong di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 19 Agustus 2019. Jokowi meminta masyarakat Papua untuk memaafkan pihak-pihak yang telah membuat mereka tersinggung hingga terjadi aksi demonstrasi yang berakhir rusuh serta meminta masyarakat Papua untuk percaya kepada pemerintah dalam menjaga kehormatan dan kesejahteraan masyarakat di Papua dan Papua Barat. ANTARA/Setpres-Kris

    Presiden Joko Widodo memberikan keterangan terkait kerusuhan di Manokwari dan Sorong di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 19 Agustus 2019. Jokowi meminta masyarakat Papua untuk memaafkan pihak-pihak yang telah membuat mereka tersinggung hingga terjadi aksi demonstrasi yang berakhir rusuh serta meminta masyarakat Papua untuk percaya kepada pemerintah dalam menjaga kehormatan dan kesejahteraan masyarakat di Papua dan Papua Barat. ANTARA/Setpres-Kris

    TEMPO.CO, Kupang - Presiden Joko Widodo atau Jokowi hari ini melakukan panen perdana garam di Desa Nunkurus, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Panen yang dilakukan di atas lahan seluas 10 hektare itu menghasilkan 50 ton garam.
     
    "Saya datang hanya ingin memastikan program garam di NTT sudah dimulai," kata Jokowi kepada wartawan usai panen garam, Rabu, 21 Agustus 2019 
     
    Menurut Jokowi, potensi luas lahan garam di NTT mencapai 21 ribu hektare (ha). Di Kupang, ada sekitar 7 ha yang akan digarap, namun panen hari ini baru di atas lahan 10 ha. "Masih jauh dari harapan, tapi kita harus memulainya," kata Jokowi.
     
    Saat panen, Jokowi mengaku sudah ditunjukkan garam dari Madura, Surabaya dan Australia. Dibandingkan garam-garam itu, kata Jokowi, garam Kupang lebih bagus sehingga bisa masuk sebagai garam industri makanan dan rumah tangga. "Saya ditunjukkan beberapa perbandingan garam dari luar, dan garam di Kupang lebih bagus," katanya.
     
    Presiden berharap, di tahun 2020, 600 hektare lahan garam di NTT sudah selesai, sehingga bisa memenuhi kebutuhan garam nasional. Namun, Jokowi mengakui bahwa investasi garam tidak mudah dan butuh anggaran ratusan miliar. "Yang 600 hektare masih dalam proses, tahun depan sudah selesai," katanya.
     
    Jokowi menuturkan, Indonesia masih impor garam sebanyak 3,7 ton karena produksi garam Indonesia baru mencapai 1,1 juta ton. Karena itu, ia berterima kasih karena Pemda serius untuk mendatangkan investor garam.
     
    Selain panen garam, hari ini Jokowi juga dijadwalkan membagikan sertifikat gratis bagi warga Kabupan dan Kota Kupang. Setelah itu, Jokowi akan meninjau pelabuhan Tenau, Kupang.
     
    YOHANES SEO

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.