Masuk Kemarau, BMKG Minta DKI Jakarta dan Banten Siaga Kekeringan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga beraktivitas di tengah sungai Cisadane yang mulai mengering di kawasan Pintu Air 10, Tangerang, Banten, Rabu, 3 Juli 2019. Kekeringan yang melanda sungai Cisadane terjadi sejak satu bulan karena  disebabkan musim kemarau. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Warga beraktivitas di tengah sungai Cisadane yang mulai mengering di kawasan Pintu Air 10, Tangerang, Banten, Rabu, 3 Juli 2019. Kekeringan yang melanda sungai Cisadane terjadi sejak satu bulan karena disebabkan musim kemarau. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas II Tangerang Selatan melaporkan peringatan dini kekeringan meteorologis. Analisis BMKG, seluruh zona musim di Banten dan DKI Jakarta telah memasuki musim kemarau dan diperlukan kewaspadaan dari masyarakat terkait ancaman kekeringan. 

    Data BMKG menunjukkan, sebagian besar wilayah Banten dan DKI Jakarta mengalami deret hari kering lebih dari 20 hari hingga lebih dari 60 hari. Prakiraan peluang curah hujan menunjukkan beberapa daerah akan mengalami curah hujan yang sangat rendah dengan peluang lebih dari 90 persen.

    Kondisi ini dinilai berdampak pada sektor pertanian yang menggunakan sistem tadah hujan, pengurangan ketersediaan air tanah, kelangkaan air bersih hingga meningkatnya polusi udara di wilayah Banten dan DKI Jakarta.

    Pemerintah sendiri saat ini masih terus memantau dampak di berbagai daerah terhadap laju inflasi di daerah maupun nasional. Dari pemantauan itu, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan akan menyiapkan berbagai langkah untuk menanggulangi berbagai persoalan yang mungkin muncul dari kemarau berkepanjangan.

    Darmin berujar telah mendapatkan informasi mengenai fenomena kekeringan itu dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. "Kami akan terus memonitor dan menyiapkan langkah. Apa langkahnya? Kami masih akan melihat Agustus ini akan seperti apa," ujar Darmin di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis, 25 Juli 2019.

    Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati memprediksi puncak musim kemarau yang dapat memicu kekeringan tahun ini terjadi pada Agustus 2019. "Itu yang paling luas Agustus puncak musim kemaraunya," kata Dwikorita di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 15 Juli 2019.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.