Ridwan Kamil: Tren Transaksi Pajak Kendaraan Via Online Naik

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyeesalkan unjuk rasa di Cianjur yang berakhir ricuh.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyeesalkan unjuk rasa di Cianjur yang berakhir ricuh.

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, tren transaksi pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui aplikasi marketplace terus naik. “Pembayaran pajak kendaraan ternyata banyak di aplikasi, dan rangking satunya ada di Tokopedia,” kata dia di Bandung, Selasa, 20 Agustus 2019.

    Data Badan Pendapatan Daerah sejak awal tahun ini hingga pertengahan Juli 2019 mendapati total transaksi pembayaran pajak daerah lewat online, di luar kantor Samsat mencatatkan total transaksi menembus 163.636 transaksi dengan nilai pembayaran menembus Rp 123,233 miliar. Pembayaran terbesar tercatat lewat Tokopedia dengan 66.791 transaksi senilai Rp 47.654 milair.

    Disusul pembayaran via gerai Indomaret 37.565 transaksi senilai Rp 20,281 miliar, lewat situs Bukalapak 25.962 transaksi senilai Rp 17,680 miliar, via gerai Alfamart dengan 24.493 transaksi Rp 13,697 miliar. Sisanya via fintech Kaspro serta PPOB (Payment Point Online Bank).

    Ridwan mengklaim, keputusan membuka layanan pembayaran pajak via online merupakan keputusan tepat. “Keputusan itu benar, bahwa layanan mengikuti gaya hidup. Karena gaya hidup warga pemilik kendaraan ini main digital, maka pelayanan bayar pajaknya geser ke digital, lewat aplikasi kebiasaan mereka,” kata dia.

    Dia mengaku, inovasi yang disiapkan masih terus dikembangkan. Saat ini misalnya tengah dijajaki kemungkinan pembayar pajak online diberikan opsi untuk mendapatkan tanda bukti pengesahan pajak kendaraan dengan dikirimkan langsung ke alamat masing-masing.

    “Dari sistem digital bayar pajak, masih ada pengesahannya harus mendatangani (Samsat), itu lagi didiskusikan sama Polri, supaya dikirimkan, tapi itu pilihan kalau mau bayar. Ada wacana, sedang dimatangkan, pengesahan pun bisa online, dan dikirim ke pemegang kendaraan,” kata dia.

    Dia mengatakan, soal opsi pembayaran untuk biaya pengiriman ini yang masih dibahas. “Lagi dihitung dulu. Tadi harus bayar Rp 5-10 ribu, kalau saya inginnya serba gratis kalau by sistem. Tapi saya enggak bisa janji dulu. Masih wacana, sedang dibahas,” kata dia.

    Kepala Badan Pendapatan Daerah Jawa Barat Hening Widiatmoko mengatakan, wacana mengirimkan tanda pembayaran pajak kendaraan pada pembayar pajak tengah dibahas dengan Polda Jawa Barat. “Ada peluang untuk membuka opsi itu, asal tidak membebani wajib pajak, asal mau bayar tambahan untuk biaya pengiriman, pengesahannya tinggal dikirim,” kata dia.

    Hening mengatakan, jika opsi itu disetujui kepolisian, aplikasi pembayaran pajak tinggal menambah fitur pengiriman tersebut. “Tinggal menambahkan menu itu,” kata dia.

    CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan, Tokopedia sudah menandatangani kerja sama pembayaran pajak via online dengan sejumlah provinsi di Indonesia. “Di Jawa ini semuanya sudah menandatangani kesepakatan ini. Jateng sudah, Jatim sudah,” kata dia setelah bertemu dengan Ridwan Kamil.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.