Triwulan IV 2019, Waskita Beton Terbitkan Obligasi Rp 1,5 Triliun

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Oktober, Pemerintah Terbitkan Obligasi Baru

    Oktober, Pemerintah Terbitkan Obligasi Baru

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Waskita Beton Precast Tbk. anak usaha PT Waskita Karya Tbk. bakal menerbitkan surat utang baru atau obligasi pada triwulan IV 2019. Penerbitan obligasi senilai Rp 1,5 triliun tersebut menjadi bagian dari penerbitan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I dengan plafon total Rp 2 triliun.

    "PUB tahap I kemarin sudah senilai Rp 500 miliar. Dan yang kedua ini akan digelontorkan semua langsung untuk keperluan working capital dan juga capital expenditures," kata Direktur Utama Waskita Beton Precast Jarot Subana usai mengelar public expose di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa 20 Agustus 2019.

    Sebelumnya, perusahaan pada Juni 2019 telah menawarkan obligasi PUB I senilai Rp 500 miliar. Obligasi tersebut diketahui memiliki tenor selama 3 tahun. Adapun, menurut keterangan perusahaan perolehan dana atas penerbitan obligasi bakal digunakan untuk modal kerja sekaligus penyelesaian proyek yang telah berjalan.

    Selain itu, perolehan dana atas PUB I senilai Rp 500 miliar diketahui juga telah digunakan untuk membangun pabrik beton pracetak atau plant batching di Penajam Paser, Kalimantan Timur. Adapun, pembangunan pabrik tersebut dilakukan karena perseroan tengah membidik proyek atas pembangunan ibu kota baru di Kalimantan.

    “Perusahaan masih memiliki potensi yang besar untuk bertumbuh di Indonesia dan peluang pasar di Indonesia masih besar maka kami fokus untuk menangkap peluang tersebut,” kata Direktur Utama Waskita Beton Precast Jarot Subana di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa 20 Agustus 2019.

    Menurut keterangan perusahaan yang diunggah dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, plant milik Waskita Beton bakal memiliki kapasitas produksi sebesar 250 ribu ton/tahun. Plant tersebut bakal memproduksi produk precast atau beton pracetak berupa Box Girder, PCT Girder, Square Pile, dan CCSP.

    Sementara itu, dari sisi total aset hingga 30 Juni 2019, perusahaan tercatat memiliki sebanyak Rp 14,70 triliun. Sedangkan dari sisi liabilitas, emiten berkode WSBP itu memiliki sebanyak Rp 6,99 triliun. Selanjutnya, dari sisi total ekuitas perusahaan memiliki sebanyak Rp 7,70 triliun.

    Sedangkan hingga semester 1 2019, perusahaan berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 377 miliar. Angka ini tercatat menurun sebesar 54,5 persen dibandingkan pada periode yang sama pada 2018 atau sebesar Rp 691 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.