Waskita Beton Incar Proyek Pembangunan di Ibu Kota Baru

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengangkut bahan konstruksi saat melakukan pembuatan tiang pancang (spun pile)  di Pabrik Waskita Beton Precast, Karawang, Jawa Barat, 3 Agustus 2016. ANTARA/Risky Andrianto

    Pekerja mengangkut bahan konstruksi saat melakukan pembuatan tiang pancang (spun pile) di Pabrik Waskita Beton Precast, Karawang, Jawa Barat, 3 Agustus 2016. ANTARA/Risky Andrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Waskita Beton Precast Tbk mengumumkan telah membangun pabrik pengolahan beton pracetak atau plant batching di Penajam Paser, Kalimantan Timur. Pembangunan plant dari perusahaan anak usaha BUMN ini, sejalan dengan rencana pemerintah yang akan membangun ibu kota baru di Kalimantan.

    “Perusahaan masih memiliki potensi yang besar untuk bertumbuh di Indonesia dan peluang pasar di Indonesia masih besar maka kami fokus untuk menangkap peluang tersebut,” kata Direktur Utama Waskita Beton Precast Jarot Subana di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa 20 Agustus 2019.

    Jarot mengatakan plant juga dibangun sejalan dengan rencana perusahaan untuk menyerap potensi pasar untuk menjual produk beton pracetak. Adapun pasar yang dimaksud berada di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur, termasuk pasar regional di Asia Tenggara.

    Menurut keterangan perusahaan yang diunggah dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, plant milik Waskita Beton bakal memiliki kapasitas produksi sebesar 250 ribu ton/tahun. Plant tersebut bakal memproduksi produk precast atau beton pracetak berupa Box Girder, PCT Girder, Square Pile, dan CCSP.

    Kemudian, dengan fasilitas penunjang yang sudah ada berupa area produksi, area workshop dan area pengolah limbah, emiten dengan kode WSBP ini juga berencana untuk ekspansi dengan membangun dermaga sendiri. Dengan adanya dermaga ini diharapkan bisa mempermudah akses pengiriman produk-produk precast dari plant ke wilayah lain karena memiliki lokasi yang strategis yakni dekat dengan Teluk Balikpapan.

    Sementara itu, hingga Juli 2019, perusahaan anak usaha Waskita Karya ini mendapatkan kontrak baru yang berasal dari pasar eksternal. Porsi perolehan nilai kontrak baru dari pasar eksternal tersebut tercatat sebesar 48,19 persen lebih tinggi dari porsi perolehan sepanjang 2018 yang sebesar 36,41 persen.

    Sedangkan hingga semester I 2019, Waskita Beton Precast mencetak laba bersih sebesar Rp 377 miliar. Angka ini tercatat menurun sebesar 54,5 persen dibandingkan pada periode yang sama pada 2018 atau sebesar Rp 691 miliar.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.