Kemendag Ungkap Tantangan untuk Tingkatkan Ekspor Produk RI

Reporter

(Ki-ka) Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Kasan Muhri, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi, dan Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Badan Urusan Logistik (Bulog) Karyawan Gunarso dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, 11 Mei 2018. TEMPO/Lani Diana

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Kasan menyebut Indonesia menghadapi sejumlah tantangan untuk memacu ekspor.

"Kita menghadapi tantangan dari internal dan eksternal," ujar dia kala membaca sambutan dari Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada acara diskusi di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa, 20 Agustus 2019.

Dari internal, kata Kasan, tantangan yang dihadapi adalah terkait komposisi produk yang diekspor Tanah Air. Hampir separuhnya, atau sekitar 46 persen ekspor Indonesia masih diisi komoditas sumber daya alam mentah. Padahal permintaan dunia, ujar dia, 81 persen adalah produk manufaktur dan 19 persen komoditas pokok.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan pada 2017, ekspor Indonesia tercatat 22 persen adalah batu bara dan migas; 14 persen minyak sawit; 5 persen televisi dan kamera digital; 5 persen karet dan turunannya; 4 persen otomotif; 4 persen reaktor dan boiler; 3 persen mutiara; 3 persen alas kaki; 2 persen tekstil dan garmen; 2 persen kayu dan turunannya; dan sisanya adalah komoditas lain 36 persen.

Sementara, tantangan dari sisi global muncul dari banyak hal, antara lain ketidakpastian global. Sejumlah isu yang menyebabkan ketidakpastian itu, misalnya, perang dagang dan anti-globalisasi, brexit, anjloknya harga komoditas, hingga timbulnya pertanyaan soal peran Organisasi Dagang Dunia, alias WTO.

Di samping itu, faktor eksternal yang menjadi tantangan Indonesia adalah adanya hambatan bagi produk ekspor Indonesia untuk masuk ke beberapa wilayah. Misalnya kopi instan Indonesia ke Filipina atau minyak sawit dan turunannya ke Uni Eropa.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut pelemahan perekonomian global telah berdampak kepada pertumbuhan ekspor beberapa negara, termasuk Indonesia. Ia mengatakan hal itu tercermin pada nilai ekspor negara-negara yang berbasis ekspor seperti Singapura dan Jerman.

"Negara tetangga seperti Singapura sudah negatif. Begitu pula negara yang andalkan ekspor kaya Jerman juga masuk dalam zona negatif sebab global environment-nya memang sedang melemah," ujar Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 19 Agustus 2019.

Karena itu, Sri Mulyani juga mulai mewaspadai penurunan pertumbuhan perekonomian global terhadap nilai ekspor Tanah Air. Sebab, ekspor memang diharapkan menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Apalagi ekspor tahun 2019 di dua kuartal tercatat negatif, berbeda dari proyeksi awal yang diharapkan tumbuh positif."

Dengan kondisi tersebut, Sri Mulyani berjanji melihat faktor penyumbang pertumbuhan ekonomi mana yang bisa mengkompensasi pelemahan pada sisi ekspor, serta bagaimana mendorongnya. Ia juga akan terus mendorong dari sisi manajemen ekonomi bersama dengan kementerian terkait.

CAESAR AKBAR






Indonesia Ekspor Ikan Sarden Kaleng ke Australia Senilai Rp 14 Miliar

3 hari lalu

Indonesia Ekspor Ikan Sarden Kaleng ke Australia Senilai Rp 14 Miliar

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan melepas ekspor perdana produk ikan sarden kaleng produksi CV Pasific Harvest ke Australia.


Sejumlah Risiko Jika Indonesia Kalah Banding Larangan Ekspor Nikel di WTO

4 hari lalu

Sejumlah Risiko Jika Indonesia Kalah Banding Larangan Ekspor Nikel di WTO

Bhima Yudhistira, menilai kekalahan gugatan RI soal kebijakan larangan ekspor nikel akan berdampak signifikan untuk Indonesia.


4 Perusahaan Indonesia Teken Kontrak Ekspor ke Cile Senilai Rp 90 Miliar

5 hari lalu

4 Perusahaan Indonesia Teken Kontrak Ekspor ke Cile Senilai Rp 90 Miliar

Dalam skema persetujuan kemitraan itu, terdapat lima kontrak bisnis senilai US$ 5,8 juta atau setara Rp 90 miliar ekspor Indonesia ke Cile.


Ini Empat Sumber Pertumbuhan RI untuk Bisa Jadi Negara Maju pada 2045

5 hari lalu

Ini Empat Sumber Pertumbuhan RI untuk Bisa Jadi Negara Maju pada 2045

Bambang PS Brodjonegoro menyampaikan empat sumber pertumbuhan yang dapat dimaksimalkan oleh Indonesia untuk mencapai tujuannya menjadi negara maju


Bank Indonesia Catat Surplus Transaksi Berjalan Naik jadi USD 4,4 Miliar

8 hari lalu

Bank Indonesia Catat Surplus Transaksi Berjalan Naik jadi USD 4,4 Miliar

BI mengumumkan transaksi berjalan di Tanah Air kembali naik pada kuartal ketiga tahun 2022 ini. Hal tersebut didorong oleh kuatnya kinerja ekspor.


Buruh Ancam Mogok Kerja Jika PP 36/2021 Tetap Jadi Landasan Aturan Upah, Pengusaha: Pasrah

9 hari lalu

Buruh Ancam Mogok Kerja Jika PP 36/2021 Tetap Jadi Landasan Aturan Upah, Pengusaha: Pasrah

Para buruh menyatakan akan mogok kerja bila pemerintah tidak mengubah PP nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan sebagai acuan dalam menaikan UMP/UMK.


Kesepakatan Ekspor Biji-bijian Ukraina Diperpanjang Empat Bulan

9 hari lalu

Kesepakatan Ekspor Biji-bijian Ukraina Diperpanjang Empat Bulan

Pejabat Ukraina dan Turki mengatakan kesepakatan yang memungkinkan Ukraina mengekspor biji-bijiannya melalui Laut Hitam diperpanjang empat bulan lagi


Ridwan Kamil ke Warga yang Tak Terimbas Resesi: Belanja Produk Lokal, Piknik Seluas-luasnya

9 hari lalu

Ridwan Kamil ke Warga yang Tak Terimbas Resesi: Belanja Produk Lokal, Piknik Seluas-luasnya

Ridwan Kamil punya pesan khusus kepada warga yang tak terdampak resesi. Salah satunya adalah dengan bela negara lewat belanja produk lokal.


Industri PHK 25.700 Karyawan Karena Pesanan Sepatu Nike, Reebok, dan Adidas Jeblok 50 Persen

10 hari lalu

Industri PHK 25.700 Karyawan Karena Pesanan Sepatu Nike, Reebok, dan Adidas Jeblok 50 Persen

Ketua Umum Aprisindo menceritakan panjang lebar soal pemutusan hubungan kerja atau PHK yang dilakukan sejumlah pabrik sepatu di Tanah Air.


G20 Sepakat Tidak Batasi Ekspor Pangan dan Pupuk untuk Cegah Krisis

10 hari lalu

G20 Sepakat Tidak Batasi Ekspor Pangan dan Pupuk untuk Cegah Krisis

KTT G20 berkomitmen memastikan pasokan pangan yang berkelanjutan, menjaga akses terhadap sumber makanan lokal, serta memastikan ketersediaan pupuk.