Cerita Pengusaha Makaroni Ngehe Merintis Karier Jadi Penulis

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemilik usaha makanan Makaroni Ngehe, Ali Muharam meluncurkan buku berjudul

    Pemilik usaha makanan Makaroni Ngehe, Ali Muharam meluncurkan buku berjudul "Ngehe" di Hotel Mulia, Jakarta, 19 Agustus 2019. TEMPO/RISANDA ADHI PRATAMA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha makanan Makaroni Ngehe Ali Muharam meluncurkan buku berjudul "Ngehe" di Hotel Mulia, Jakarta, Senin, 19 Agustus 2019. Buku tersebut berisi pengalaman hidupnya saat merantau di Jakarta hingga menjadi pengusaha snack Makaroni Ngehe.

    "Buku ini merupakan titik awal saya untuk mewujudkan mimpi yang paling utama saya selama belasan tahun merantau di Jakarta, menjadi penulis," ujar Ali dalam konferensi pers peluncuran buku tersebut.

    Ali selama ini pengin menjadi penulis. Bahkan sebelum mendirikan usaha Makaroni Ngehe ia sempat mencoba menjadi penulis skenario sebuah sinetron di salah satu TV swasta di Indonesia. Namun, memandang penulis masih kurang dihargai di Indonesia, ia memutuskan mengembangkan usaha terlebih dahulu.

    Buku ini menceritakan pengalaman hidup Ali mulai dari merantau ke Jakarta lalu melakukan berbagai pekerjaan yang berbeda hingga memulai usaha Makaroni Ngehe yang menjadi besar. Ali sendiri memiliki beberapa tujuan dalam menulis buku ini.

    "Ada beberapa sasaran ya. Yang pertama saya menceritakan kisah hidup saya sendiri. Yang kedua saya ingin setidaknya orang-orang yang menjalankan usaha ada suntikan semangat, tahu untuk menjadi sukses itu perjalanannya tidak hanya sekedar bekerja keras," ujar Ali.

    "Tetapi kita harus benar benar keras kepala, di saat semua orang seisi dunia berkata tidak bisa kita harus tetap keras kepala, bisa," katanya.

    Ali kini telah menyiapkan sejumlah outline buku yang akan ditulis dan akan memulai karier baru sebagai seorang penulis sambil tetap mengelola bisnis Makaroni Ngehe.

    Saat ini sendiri Makaroni Ngehe memiliki outlet di beberapa kota di Indonesia seperti Jabodetabek, Bekasi, Bandung dan Yogyakarta.

    RISANDA ADHI PRATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.