Indef Tak Yakin Target Pertumbuhan 5,3 Persen Bakal Tercapai

Foto aerial pembangunan infrastruktur jembatan Wear Arafura di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku, 29 April 2018. Pembangunan jembatan sepanjang 323 meter yang menghubungkan Pulau Yamdena dengan Pulau Larat oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVI Ambon. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Target pertumbuhan ekonomi yang dipatok pemerintah pada tahun 2020 sebesar 5,3 persen dinilai bakal sulit tercapai. Peneliti Bidang Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abdul Manap Pulungan menyebutkan, salah satu alasannya adalah perekonomian global yang masih lesu.

Abdul menyebutkan, selama 2015-2019 semester I, ekonomi tumbuh tertinggi hanya 5,27 persen (y-o-y). "Apalagi saat global yang semakin berat 5,3 persen sulit," katanya, Jumat, 18 Agustus 2019.

Indonesia sebagai negara berkembang, menurut dia, harus tumbuh tinggi agar tidak terjebak pada middle income trap. Jika tidak mampu, maka pemerintah perlu memperbaiki struktur pertumbuhan. 

"Namun, kondisi itu cukup sulit, seiring dengan menurunnya peranan sektor-sektor padat karya seperti pertanian, tambang, dan industri pengolahan," kata Abdul. Pemerintah juga perlu mengembangkan sektor tradable karena berperan penting terhadap penyerapan tenaga kerja.

Peneliti Indef lainnya Rizal Taufikurahman menyatakan, asumsi pertumbuhan ekonomi pada tingkat 5,3 persen sebenarnya tidak beranjak dari target pertumbuhan ekonomi 2019. Hal ini menunjukkan bahwa perekonomian nasional Indonesia cenderung stagnan.

"Artinya perekonomian nasional tidak jauh lebih baik dari tahun 2019 ini. Tentunya, akan mempunyai tantangan besar tersendiri dalam mencapai target tersebut," kata Rizal.

Rizal menyebutkan target pertumbuhan ekonomi yang berada pada tingkat 5,3 persen dengan mengandalkan konsumsi dan investasi sebagai motor penggerak utamanya. Padahal, kedua indikator tersebut, saat ini per kuartal II/2019, masih belum memberikan sinyal yang lebih baik sesuai dengan yang diharapkan.

Misalnya saja, kata Rizal, target investasi masih belum memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal II. "Termasuk juga daya beli yang perlu digenjot lagi, agar konsumsi masyarakat semakin meningkat."

Pada Nota Keuangan RAPBN 2020, pemerintah merumuskan pertumbuhan ekonomi akan berada pada tingkat 5,3 persen dengan konsumsi dan investasi sebagai motor penggerak utama. Pemerintah juga menargetkan inflasi akan tetap terjaga rendah pada tingkat 3,1 persen untuk mendukung daya beli masyarakat.

BISNIS






Indef Ungkap Penyebab Investasi di Startup Digital Kian Lesu

39 menit lalu

Indef Ungkap Penyebab Investasi di Startup Digital Kian Lesu

Tren penurunan investasi di sektor teknologi digital, termasuk startup, tidak terlepas dari kebijakan The Fed soal tren kenaikan suku bunga acuan.


Sebut Ekonomi RI 2023 Tertekan, Apindo Ungkap Sektor Usaha yang Omsetnya Turun Signifikan

16 jam lalu

Sebut Ekonomi RI 2023 Tertekan, Apindo Ungkap Sektor Usaha yang Omsetnya Turun Signifikan

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo Hariyadi B. Sukamdani mengungkapkan bahwa kondisi perekonomian Indonesia tertekan pada tahun 2023.


Apindo Yakin Ekonomi RI 2023 5 Persen Lebih Meski Ketidakpastian Global Masih Sangat Tinggi

20 jam lalu

Apindo Yakin Ekonomi RI 2023 5 Persen Lebih Meski Ketidakpastian Global Masih Sangat Tinggi

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo Hariyadi B. Sukamdani membeberkan proyeksi pertumbuhan ekononi Indonesia pada tahun 2023.


Indef Sebut RI Hadapi Tantangan Kombo di 2023, Krisis Global hingga Tahun Politik

23 jam lalu

Indef Sebut RI Hadapi Tantangan Kombo di 2023, Krisis Global hingga Tahun Politik

Dari sisi global, Indef melihat tantangan ekonomi Indonesia bermuasal dari krisis karena perang Rusia dan Ukraina yang tak pasti kapan akan berakhir.


KEK Nongsa Batam Resmi Beroperasi, Pengelola Bisa Undang Investor Masuk

2 hari lalu

KEK Nongsa Batam Resmi Beroperasi, Pengelola Bisa Undang Investor Masuk

Pengelola KEK Nongsa Batam sudah bisa mengundang investor untuk masuk dan mengembangkan kegiatan yang ada di dalamnya.


Sri Mulyani Beberkan Tantangan Global di 2023: Bisa Jadi Turning Point kalau Perang Berhenti

2 hari lalu

Sri Mulyani Beberkan Tantangan Global di 2023: Bisa Jadi Turning Point kalau Perang Berhenti

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan ada sejumlah tantangan yang harus pengusaha Indonesia hadapi memasuki tahun 2023.


Sandiaga Bertemu Menteri Pariwisata Arab Saudi, Salah Satunya Bahas Kereta Gantung di...

2 hari lalu

Sandiaga Bertemu Menteri Pariwisata Arab Saudi, Salah Satunya Bahas Kereta Gantung di...

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berharap pemerintah Arab Saudi bisa berinvestasi di Indonesia terutama di bidang infrastruktur par


21 Negara Uni Eropa Tertarik Investasi di IKN Mulai dari Italia, Polandia, Belgia, ..

2 hari lalu

21 Negara Uni Eropa Tertarik Investasi di IKN Mulai dari Italia, Polandia, Belgia, ..

Ketertarikan tersebut terlihat dari hasil pertemuan Otorita IKN dengan perwakilan dari 21 negara Uni Eropa sebelumnya.


Target Pertumbuhan Ekonomi RI 2023 5,3 Persen, Sri Mulyani: Sangat Ambisius

3 hari lalu

Target Pertumbuhan Ekonomi RI 2023 5,3 Persen, Sri Mulyani: Sangat Ambisius

Sri Mulyani optimistis perekonomian Indonesia bebas resesi.


Bahlil Lahadalia: Saya Janji Sampai Akhir 2022, Target Investasi Rp 1.200 Triliun Tercapai

3 hari lalu

Bahlil Lahadalia: Saya Janji Sampai Akhir 2022, Target Investasi Rp 1.200 Triliun Tercapai

Bahlil Lahadalia mengatakan total investasi tercatat hingga sekarang mencapai 890 triliun lebih.