Alasan Keamanan, Donald Trump Tak Ingin Berbisnis dengan Huawei

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Trump berbicara pada konferensi yang diselenggarakan oleh organisasi pemuda konservatif Turning Point USA pada hari Selasa. Terlihat lambang seekor elang berkepala dua, mirip lambang nasional Rusia.[Doug Mills / The New York Times]

    Presiden Trump berbicara pada konferensi yang diselenggarakan oleh organisasi pemuda konservatif Turning Point USA pada hari Selasa. Terlihat lambang seekor elang berkepala dua, mirip lambang nasional Rusia.[Doug Mills / The New York Times]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden AS Donald Trump pada Minggu, 18 Agustus 2019 mengatakan tidak ingin Amerika Serikat berbisnis dengan perusahaan Cina, Huawei, sekalipun pemerintah mempertimbangkan apakah akan memperpanjang masa tenggang buat perusahaan tersebut.

    Reuters dan media lain pada Jumat, 16 Agustus 2019 melaporkan Departemen Keuangan AS diperkirakan memperpanjang penangguhan hukuman yang diberikan kepada Huawei Technologies Co Ltd yang mengizinkan perusahaan China itu untuk membeli pasokan dari perusahaan AS sehingga perusahaan tersebut bisa melayani konsumen yang ada.

    "Izin umum sementara" itu akan diperpanjang buat Huawei selama 90 hari," demikian laporan Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin-- dengan mengutip dua sumber yang mengetahui situasi tersebut.

    Pada Minggu, 18 Agustus 2019, Trump mengatakan kepada wartawan sebelum naik Air Force One di New Jersey bahwa ia tak ingin berbisnis dengan Huawei karena alasan keamanan nasional.

    "Pada saat ini, kelihatannya seakan-akan kami akan melakukan bisnis," kata Trump. "Saya tak mau berbisnis sama sekali sebab ini adalah ancaman keamanan nasional dan saya benar-benar percaya bahwa media telah meliputnya agak berbeda dengan itu."

    Ia mengatakan ada beberapa bagian kecil bisnis Huawei yang dapat dikecualikan dari larangan yang lebih luas, tapi itu akan "sangat rumit". Ia tidak mengatakan apakah pemerintahnya akan memperpanjang "izin umum sementara".

    Ketika berbicara pada Minggu pagi, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Larry Kudlow mengatakan Departemen Perdagangan akan memperluas proses perizinan Huawei selama tiga bulan sebagai isyarat "kepercayaan baik" di tengah perundingan dagang yang lebih luas dengan Cina. "Kami memberi masa tenggang buat perusahaan kami selama tiga bulan," kata Kudlow dalam acara "Meet the Press" NBC.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.