Ekspansi ke LN, Angkasa Pura I Targetkan Kelola 2 Bandara Ini

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, Arab Saudi berada di posisi kedua bandara terburuk di dunia. Dikunjungi oleh jutaan jemaah haji tiap tahunnya, jelas menjadikan bandara ini sangat penuh. Petugas bandara juga disebut-sebut berkelakuan buruk. Ketersediaan kursi di ruang tunggu juga sangat terbatas. AMER HILABI/AFP/Getty Images

    Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, Arab Saudi berada di posisi kedua bandara terburuk di dunia. Dikunjungi oleh jutaan jemaah haji tiap tahunnya, jelas menjadikan bandara ini sangat penuh. Petugas bandara juga disebut-sebut berkelakuan buruk. Ketersediaan kursi di ruang tunggu juga sangat terbatas. AMER HILABI/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Angkasa Pura I (Persero) akan menjadikan Bandara King Abdul Aziz di Jeddah dan Bandara Kuwait sebagai target utama ekspansi ke luar negeri pada 2019.

    Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura (AP) I Handy Heryudhitiawan menyatakan tim pengembangan bisnis perseroan sedang berkoordinasi secara intensif dengan Incheon Internasional Airport Corporation (IIAC) asal Korea Selatan. Operator bandara asing tersebut telah menjadi mitra AP I dalam program ekspansi tersebut.

    "Kami berharap secepatnya, karena memanfaatkan oportunity yang ada semaksimal mungkin. Namun, pelaksanaannya kami harus berkoordinasi dengan mitra strategis [Incheon] untuk kepastian penawaran kepada kedua bandara di Timur Tengah itu," katanya, Minggu, 18 Agustus 2019.

    Dia menambahkan alasan pemilihan ekspansi bandara di Timur Tengah diklaim juga diamini oleh Incheon. Mereka dinilai siap untuk membantu operasional AP I.

    Handy mengklaim memiliki kemampuan layanan operasional yang seimbang dengan Incheon berdasarkan beberapa penghargaan skala internasional yang diterima kedua operator. Namun, dia menegaskan Incheon mampu beroperasi dengan struktur biaya yang lebih rendah, sehingga dapat bersaing secara kompetitif. 

    Kedua perusahaan pengelola bandara tersebut nantinya akan masuk dalam pengoperasian dua bandara di kawasan Timur Tengah. Namun, perkembangan secara detail mengenai skema kerja sama masih akan dibicarakan kembali.

    Nantinya, AP I akan mengurus soal sisi keamanan dan keselamatan operasional, sedangkan sisi kerja sama strategis akan dikerjakan oleh Incheon. AP I belum ada rencana untuk menggandeng maskapai tertentu dalam kepengelolaan bandara tersebut kendati sedang dalam tahap penjajakan.

    Handy menilai wilayah Timur Tengah merupakan pilihan yang strategis untuk ekspansi karena bandara di kawasan tersebut menjadi persinggahan utama warga Indonesia yang menjalankan ibadah umrah maupun haji. Setiap tahun, jemaah yang menuju ke bandara tersebut juga selalu bertambah.

    Dia juga menilai perlu ada peningkatan pelayanan yang harus ditingkatkan pada bandara di Jeddah dan Kuwait. Kehadiran AP I dan Incheon diharapkan bisa meningkatkan dan mengoptimalkan operasional di sana.

    Kendati demikian, tantangan utama untuk bisa melakukan ekspansi ke wilayah tersebut adalah berkaitan dengan sumber daya manusia. Melalui SDM saat ini yang dimiliki, Angkasa Pura I yakin bisa memberikan kontribusi lebih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.