Sri Mulyani Minta Anak Muda Atasi Masalah Ini dengan Teknologi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ditemui dalam acara Gerakan Nasional

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ditemui dalam acara Gerakan Nasional "Ignite The Nation 1000 Start up Digital Indonesia" di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Ahad 18 Agustus 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta pelaku startup atau perusahaan rintisan memahami nota keuangan. Menurut dia, dengan membaca nota keuangan para pelaku startup bisa melihat peluang menciptakan platform atau aplikasi solutif.

    "Jadi teman-teman coba deh, baca sedikit nota keuangan, memang nggak seperti Twitter yang 144 karakter, jadi harus agak sedikit tekun. Tapi dari sana anda bisa melihat bahwa begitu banyak program yang anda bisa dibayangkan," kata Sri Mulyani di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Ahad 18 Agustus 2019.

    Adapun pernyataan tersebut disampaikan Sri Mulyani saat dirinya menjadi salah satu mentor dalam Gerakan Nasional "Ignite The Nation 1000 Startup Digital Indonesia." Pertemuan ini digelar sebagai upaya pemerintah untuk mendorong tumbuhnya industri start up yang kini tengah booming di kalangan anak muda milenial.

    Dalam acara tersebut, Sri Mulyani menjadi mentor strategis bagi start up bersama dengan sejumlah menteri dan pejabat lain. Misalnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong hingga Kepala Bekraf Triawan Munaf.

    Sri Mulyani juga mengatakan dengan membaca nota keuangan, anak milenial yang bergerak di industri startup juga berpeluang membantu pemerintah. Apalagi pemerintah saat ini membutuhkan alat baik berupa sistem informasi maupun aplikasi yang mendorong terciptanya akuntabilitas kinerja pemerintah.

    Dia mengatakan, beberapa sektor yang berpeluang itu ada di sektor, pendidikan, dana desa, penyaluran kredit ultra mikro hingga dana penelitian. Salah satunya, di sektor pendidikan, pada 2020 pemerintah bakal menggelontorkan dana senilai Rp 505 triliun di sektor ini. Duit sebesar itu, salah satunya bakal digunakan untuk anggaran dana operasional sekolah di 270 ribu sekolah untuk 50 juta siswa.

    "Gimana kami tahu kalau kita keluarkan ratusan triliun biaya operasional itu betul-betul membantu operasional sekolah, saya bayangkan dengan teknologi digital, baik aplikasi atau sistem informasi anda bisa punya pikiran," kata dia.

    Karena itu, Sri Mulyani berharap perusahaan rintisan tersebut bisa membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan itu. Banyak ide yang bisa dikembangkan berbasis solusi baik lewat menciptakan aplikasi hingga sistem informasi yang bisa dilakukan bagi persoalan ini.

    "Jadi temen-temen di sini saya minta tolong dong, ayo bantuin saya, kita dalam mempropose anggaran begitu banyak, can you come up with an idea," ucap Sri Mulyani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.