HUT RI ke-74, Menteri Jonan Singgung Pentingnya Keberagaman

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Ignasius Jonan memimpin upacara bendera HUT ke-74 RI di kompleks Freeport, Tembagapura, Papua, Sabtu, 17 Agustus 2019. Foto: Istimewa

    Menteri ESDM Ignasius Jonan memimpin upacara bendera HUT ke-74 RI di kompleks Freeport, Tembagapura, Papua, Sabtu, 17 Agustus 2019. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Ignasius Jonan memandang kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia atau HUT RI ke-74 bukan seremoni belaka. Jonan mengatakan kemerdekaan kali ini adalah momentum yang tepat untuk membangun semangat kebhinekaan.

    “Kemerdekaan kita yang ke-74 harus tetap dimaknai dengan semangat persatuan Indonesia, kebhinekaan,” ujar Jonan dalam pesan pendek kepada Tempo, Kamis, 16 Juni 2019.

    Jonan menyatakan pentingnya membangun persatuan di tengah isu intoleransi yang mencuat. Menurut dia, semangat membangun tetap mesti dipertahankan serta menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

    Mantan bos PT Kereta Api Indonesia Persero berpandangan bahwa membangun bangsa dan negara dengan konsep kebhinekaan adalah modal besar. Kehidupan berdampingan dan kekompakan, tutur dia, adalah kunci kemerdekaan yang sesungguhnya.

    Dalam pesannya, Jonan meminta masyarakat mengedepankan kebersamaan dan meninggalkan ego sektoral. “Janganlah kita saling bertikai antar sesama saudara tapi meninggalkan keharusan untuk tetap membangun bangsa dengan kekompakan dan rasa gotong royong,” tuturnya.

    Tahun ini, Jonan merayakan upacara istimewa. Ia didapuk sebagai inspektur upacara HUT RI ke-74 di Papua. Tahun lalu, Jonan merayakan upacara di kantornya, Jakarta Pusat. Namun, pada pidatonya yang lalu, ia sempat menyinggung rendahnya elektrifikasi. Ia kala itu menyatakan perlunya menyalurkan listrik di ribuan desa di Papua.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.