Pidato Jokowi, ESDM: Ini Sebab Indonesia Tidak Impor Avtur Lagi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengisian bahan bakar avtur ke pesawat. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Pengisian bahan bakar avtur ke pesawat. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam pidato kenegaraannya, Indonesia sudah tidak impor lagi avtur untuk penggunaan dalam negeri. Plt Dirjen Migas Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral atau ESDM Djoko Siswanto menuturkan ini merupakan dampak dari kebijakan pemerintah yang mengubah penggunaan minyak tanah beralih ke LPG.

    "Karena kita sudah bisa produksi di kilang dalam negeri, yang dulu kilang dalam negeri memproduksi minyak tanah, karena minyak tanah sudah tergantikan dengan LPG, maka produksi minyak tanah kita gantikan dengan avtur dengan demikian kita tidak impor avtur," kata Djoko saat ditemui di Gedung Migas, Kuningan, Jakarta Selatan, 16 Agustus 2019.

    Ia menjelaskan kenapa kilang minyak tanah saat ini bisa digunakan untuk membuat avtur. karena menurut Djoko minyak tanah dengan avtur mempunyai kesamaan dalam bau, dan keduanya mempunyai titik bakar yang hampir sama. "Sehingga kelebihan dari produksi kilang minyak tanah ini kita convert ke produksi avtur," tambahnya.

    Djoko mengatakan, kecukupan avtur dalam negeri juga disebabkan berkurang konsumsi bahan bakar ini, dan seiring dengan menurunnya  angka penerbangan dalam negeri. "Di samping pemanfaatannya berkurang, juga produksi kilang meningkat. Karena minyak tanah diganti avtur, jadi avtur cukup tidak impor lagi," ungkap dia.

    Kelebihan produksi ini diakibatkan dengan penggunaan minyak tanah yang sudah menurun. Karena kebijakn pengalihan minyak tanah kepada LPG sejak tahun 2005. "Sekarang konsumsinya minyak tanah enggak sampai 500 ribu kilo liter dari sebelumnya sembilan juta kilo liter pada 2005. Dulu kita pernah untuk impor minyak tanah," ucapnya.

    Kemudian pada Pidato Presiden Jokowi selain menyatakan sudah tidak impor avtur lagi, Ia menyatakan ingin melakukan ekspor avtur dengan bahan bakar minyak kelapa sawit.

    "Kita sudah bisa produksi avtur sendiri, hingga sekarang kita tidak impor, kalau bisa kita juga ekspor avtur, kita juga harus bisa membuat avtur dari produksi kelapa sawit," kata Presiden Jokowi pada Pidato Kenegaraan dalam rangka HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI, di Gedung Parlemen.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.