Dorong Ekspor Hortikultura, Kementan Siapkan Peta Jalan 2020-2024

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daya Saing Ekspor Hortikultura Rendah

    Daya Saing Ekspor Hortikultura Rendah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertanian menyiapkan program Grand Design Hortikultura 2020-2024 sebagai peta jalan untuk mendorong ekspor produk hortikultura Indonesia.

    "Program ini mencakup upaya optimalisasi potensi hortikultura, salah satunya melalui pengembangan kawasan. Oleh sebab itu, pengembangan hortikultura harus ditata sedemikian rupa agar mampu menjawab tantangan dan peluang pasar ekspor dunia," ujar Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto lewat keterangan resmi, Jumat, 16 Agustus 2019.

    Menurut Prihasto, luasan rata-rata kepemilikan lahan pertanian Indonesia saat ini masih sangat minim, yakni hanya mencapai 0,3 hektare (ha) per kapita. Skala ini, kata dia, tidak akan mencapai skala ekonomi layak karena jauh dari rata-rata skala yang diharapkan.

    "Namun jika setiap 0,3 ha lahan ini dihimpun dan digabungkan ke dalam satu kelompok masyarakat atau model korporasi, maka hasilnya akan menjadi luas dan berdampak pada ekonomi yang signifikan," katanya.

    Adapun untuk langkah awal, yang bakal diterapkan adalah dengan menetapkan kesesuaian lahan masing-masing komoditas pertanian. Dalam hal ini, Kementan secara langsung akan menggandeng sejumlah perguruan tinggi dan badan penelitian dan pengembangan pertanian.

    "Selanjutnya, kami kaji secara internal untuk pengembangan besar-besaran. Jika lahannya cocok, kami beri benih dan bibit unggul di sana. Benih unggul ini jadi cikal bakal pengembangan kawasan komoditas berorientasi ekspor," katanya.

    Di sisi lain, Prihasto juga optimistis keberadaan program ini bakal membuahkan produk dengan pangsa pasar yang luas. Kendati demikian, jaminan itu ia sebut hanya bisa terwujud jika kualitas produk yang dihasilkan didukung dengan varietas unggul dan bermutu.

    "Contohnya, sudah banyak buah-buah lokal yang diminati penduduk luar negeri seperti salak, nanas, durian, manggis dan sebagainya. Makanya, untuk tahun anggaran 2019 ini, fokus kita di antaranya untuk pisang, nanas, manggis dan durian sekitar 9960 ha. Masing-masing akan kita cek berdasarkan masukan Badan Litbang, BPTP, dan Direktorat Buah dan Florikultura untuk melakukan kajian kecocokan, akses mobilitas, dan nilai ekonomis terhadap komoditas tersebut," katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.