Selasa, 17 September 2019

Jokowi Janjikan Kursus Barista sampai Coding Buat Pencari Kerja

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raisa membuka sebuah kedai kopi di kawasan Seminyak, Bali. Kedai kopi yang diberi nama Titik Temu ini memiliki konsep unik mulai dari interior hingga konsep pemesanan. Istri Hamish Daud itu membuat bisnis tersebut bersama teman-temannya yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda seperti arsitek, marketing, barista, dan lain-lain. Hal tersebut justru membuat mereka bisa bergabung hingga akhirnya lahirlah Titik Temu. Instagram.com/titiktemubali

    Raisa membuka sebuah kedai kopi di kawasan Seminyak, Bali. Kedai kopi yang diberi nama Titik Temu ini memiliki konsep unik mulai dari interior hingga konsep pemesanan. Istri Hamish Daud itu membuat bisnis tersebut bersama teman-temannya yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda seperti arsitek, marketing, barista, dan lain-lain. Hal tersebut justru membuat mereka bisa bergabung hingga akhirnya lahirlah Titik Temu. Instagram.com/titiktemubali

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi mengatakan pemerintahannya bakal menerbitkan Kartu Pra Kerja pada tahun 2020. Kartu ini bakal diterbitkan untuk meningkatkan akses keterampilan bagi anak-anak muda, para pencari kerja, dan mereka yang mau berganti pekerjaan. 

    “Mereka dapat memilih jenis kursus yang diinginkan, antara lain coding, data analytics, desain grafis, akuntansi, bahasa asing, barista, agrobisnis, hingga operator alat berat,” kata Jokowi dalam dalam pidato RAPBN 2019 di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019.

    Menurut Jokowi, setelah pemenuhan wajib belajar 12 tahun, pemerintah juga merasa perlu untuk memberikan akses yang lebih luas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu. Akses diberikan agar mereka mampu mengenyam pendidikan hingga jenjang pendidikan tinggi. “Hanya lewat pendidikan yang lebih baik kita dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi,” kata dia.

    Oleh sebab itu, pada tahun 2020, pemerintah juga memperluas sasaran beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi kepada 818 ribu mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu. Beasiswa diberikan kepada mereka yang memiliki prestasi akademik melalui Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-Kuliah), termasuk lanjutan bidik misi.

    Beasiswa KIP-Kuliah ini, kata Jokowi, juga diberikan untuk mahasiswa pendidikan vokasi dan politeknik, serta pendidikan sarjana pada program studi sains dan teknologi. Jokowi ingin meningkatkan kemampuan literasi, matematika, dan sains dari anak-anak Indonesia sejak pendidikan dasar.

    Adapun anggaran yang disiapkan untuk program yang dijanjikan Jokowi saat kampanye pilpres ini sebesar Rp10,3 triliun. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suahasil Nazara mengatakan, kebijakan ini digulirkan agar pihak yang membutuhkan bisa mengejar ketertinggalannya serta sebagai jaring pengaman sosial. 

    "Untuk mengejar dalam pengertian, ketika lulusan sekolah tamatan SMA ingin kerja, merasa tidak cukup untuk kualifikasi kerja, tanpa pengalaman, mereka bisa ikut pelatihan pra-kerja. Jadi mereka tamatan SMA plus kursus tertentu," kata Suahasil, Jumat 19 Juli 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.