Jokowi: BPJS Kesehatan Dibenahi Secara Total

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi mengepalkan tangan ke udara saat berpidato dalam Sidang Bersama DPD dan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019. Jokowi berganti kostum saat akan menyampaikan pidato kedua. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Presiden Jokowi mengepalkan tangan ke udara saat berpidato dalam Sidang Bersama DPD dan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019. Jokowi berganti kostum saat akan menyampaikan pidato kedua. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan sejumlah kebijakan di bidang pendidikan akan dilakukan pada tahun 2020. Salah satunya yaitu pembenahan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

    "BPJS Kesehatan dan Jaminan Kesehatan Nasional dibenahi secara total," kata dia dalam sidang pembacaan RUU APBN 2020 di Gedung DPR, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019.

    Saat ini, BPJS memang tengah didera sejumlah masalah. Pada Mei 2019 misalnya, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan atau BPKP, Ardan Adiperdana mengatakan pada proses perekaman atau database peserta BPJS Kesehatan, ada 27,4 juta data yang perlu ditingkatkan atau diperbaiki.

    "Dalam artian ada 17,17 juta NIK-nya itu tidak lengkap, kemudian 0,4 juta NIK berisi campuran alfa numerik," kata Ardan saat menyampaikan hasil audit itu dalam rapat bersama Dewan Perwakilan Rakyat Komisi IX di kompleks DPR, Jakarta, Senin, 27 Mei 2019.

    Selain masalah kepesertaan, BPJS Kesehatan mengalami masalah pada defisit keuangan. Defisit terjadi karena iuran peserta tak sebanding dengan biaya klaim yang harus dikeluarkan BPJS Kesehatan. Sehingga untuk tahun ini saja, lembaga ini diprediksi mengalami defisit hingga Rp 29 triliun.

    Koordinator Bidang Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar, mengatakan ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan BPJS. Salah satunya target Universal Health Coverage (UHC) sebesar 95 persen hingga akhir 2019 nanti atau sekitar 254 juta penduduk.

    Namun sampai saat ini, baru 223 juta orang yang yang tercatat menjadi peserta BPJS Kesehatan. 223 juta peserta ini pun tidak semuanya yang aktif alias banyak yang menunggak iuran. “Mohon maaf dengan segala hormat, target ini tidak akan tercapai,” kata dia saat dihubungi pada Kamis, 15 Agustus 2019.

    Selain membenahi BPJS Kesehatan dan Jaminan Kesehatan Nasional, Presiden Jokowi mengalokasikan anggaran sebesar Rp 132,2 triliun untuk bidang kesehatan pada 2020. Alokasi anggaran kesehatan ini naik Rp 10,3 triliun dibandingkan tahun ini yang sebesar Rp 121,9 triliun.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.