Soal Kedaulatan Pangan, DPD: Jangan Impor, Impor, dan Impor!

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo, saat pidato kenegaraan di sidang tahunan MPR RI 2019. (TEMPO/Andi ariyadi)

    Presiden Joko Widodo, saat pidato kenegaraan di sidang tahunan MPR RI 2019. (TEMPO/Andi ariyadi)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam pidato di Sidang Tahunan MPR, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mendesak pemerintah mewujudkan kedaulatan pangan di dalam negeri. Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang pun mengajak seluruh pihak untuk dapat mengawal RUU Kedaulatan Pangan.

    Oesman meminta seluruh elemen pemerintahan harus memastikan bahwa kebutuhan pangan masyarakat harus selalu terpenuhi. "Di waktu yang sama kita juga harus pastikan kesejahteraan para petaninya. Jika Petani sejahtera, maka negara akan aman sentosa," kata dia, dalam Sidang Tahunan DPD RI di Gedung DPR RI, Jumat, 16 Agustus 2019. 

    Dia juga menyebutkan Indonesia akan sejahtera apabila murahnya sandang, pangan, dan papan terjadi secara merata di seluruh Indonesia. "Kami juga berharap kedaulatan pangan ini benar-benar terwujud supaya kita tidak lagi impor, impor dan impor terus," tutur Oesman. 

    Kendati demikian  dia mengajak publik untuk mengapresiasi Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam menjalankan visi dan misinya.  Oesman menitikberatkan pada sejumlah hal yang menjadi indikator keberhasilan pemerintahan Presiden Jokowi. 

    DPD mencatat kebijakan Jokowi yang dinilai berhasil adalah BBM satu harga, pembangunan infrastruktur, hingga keberhasilannya dalam menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen tahun. Pemerintahan Jokowi juga sekaligus menurunkan tingkat kemiskinan menjadi 9,66  persen pada 2018.

    "Dengan prinsip desa maju, wong cilik gumuyu, kami juga mengapresiasi atas telah tersalurkannya anggaran dana desa hingga mencapai Rp257 triliun. Dan dengan keyakinan bahwa Indonesia akan maju jika daerah-daerahnya maju, maka kami mendorong agar dalam 5 tahun ke depan, alokasi dana desa tersebut dapat terus ditingkatkan," tutur Oesman. 

    DPD juga mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu unsur penting dalam mendukung perekonomian nasional. 

    Hari ini, Presiden Jokowi dijadwalkan menyampaikan tiga pidato hari ini. Tiga pidato itu, yakni pidato Presiden pada Sidang Tahunan MPR-RI Tahun 2019 dan pidato Kenegaraan Presiden dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-74  Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2019 pada Sidang Bersama DPR-RI dan DPD-RI. Ketiga, dilanjutkan dengan pidato Penyampaian Rancangan APBN Tahun Anggaran 2020 disertai nota keuangan dan dokumen pendukungnya pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2019-2020.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.