Nota Keuangan Jokowi Diprediksi Berfokus ke SDM dan Infrastruktur

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019. ANTARA

    Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah memprediksi isi Rancangan Undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara  (RAPBN 2020) serta Nota Keuangan yang bakal dibacakan Presiden Joko Widodo Sidang Tahunan MPR hari ini. Ia memperkirakan, isi pidato Jokowi akan berfokus kepada sumber daya manusia dan infrastruktur. Hal ini sesuai dengan pidato Visi Indonesia yang dibacakan Jokowi beberapa waktu lalu.

    "Fokus pemerintah pada tahun 2020 akan lebih kepada SDM dan infrastruktur," ujar Piter dalam pesan singkat kepada Tempo, Jumat, 16 Agustus 2019. Jokowi akan membacakan RUU APBN 2020 dan Nota Keuangan siang nanti di Kompleks Parlemen, Jakarta.

    Menurut Piter, fokus pada sumber daya manusia dan infrastruktur sudah tepat. Sebab, kelemahan Indonesia selama ini memang berada di dua hal tersebut. Pada periode pertama, Jokowi sudah mulai memacu pembangunan infrastruktur dan harus dilanjutkan. Pasalnya, keberadaan infrastruktur akan menjadi modal dasar percepatan pertumbuhan ekonomi.

    Sementara, pembangunan sumber daya manusia Indonesia, kata Piter, diperlukan guna menyambut bonus demografi yang terjadi. "Kita berlimpah angkatan kerja tapi tidak memiliki pendidikan dan keahlian," ujar dia. Apabila modal itu tidak dikelola dan ditingkatkan kualitasnya, tutur dia, bonus demografi bisa berubah menjadi bencana demografi. Sebab sumber daya manusia yang berlimpah itu bisa saja tidak mendapat pekerjaan.

    Piter juga menggarisbawahi target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan yang direncanakan di kisaran 5,2 hingga 5,5 persen. Target tersebut, menurut dia, tidak mudah karena kondisi ekonomi global yang melambat. Imbasnya, harga komoditas andalan ekspor indonesia tertahan di level rendah. Sementara itu, perang dagang dan perang nilai tukar mengakibatkan indonesia potensial menjadi sasaran barang impor dari negara seperti Cina.

    "Dalam kondisi seperti itu, mencapai pertumbuhan ekonomi 5,2 hingga 5,5 persen menjadi sangat tidak mudah," kata Piter. "Itu akan sangat bergantung kebijakan dan program yang diambil pemerintah, serta siapa yang akan ditunjuk untuk melaksanakan strategi dan program tersebut."

    Menurut jadwal, Jokowi akan menyampaikan tiga pidato hari ini. Tiga pidato itu, yakni pidato Presiden pada Sidang Tahunan MPR-RI Tahun 2019 dan pidato Kenegaraan Presiden dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-74  Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2019 pada Sidang Bersama DPR-RI dan DPD-RI. Selanjutnya, pidato Jokowi disampaikan dalam Penyampaian Rancangan APBN Tahun Anggaran 2020 disertai nota keuangan dan dokumen pendukungnya pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2019-2020. 

    CAESAR AKBAR

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.