Selain Nota Keuangan, Jokowi Akan Sampaikan Dua Pidato Kenegaraan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin tida di lokasi sidang tahunan MPR 2019.

    Wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin tida di lokasi sidang tahunan MPR 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi dijadwalkan akan menyampaikan Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR pada hari ini, Jumat 16 Agustus 2019. Total ada tiga pidato kenegaraan yang akan disampaikan oleh Jokowi, yaitu pukul 8.30 WIB soal Pidato Sidang Tahunan MPR, pukul 10.20 WIB Pidato Kenegaraan dalam Sidang Bersama DPR-DPD dan pukul 14.00 WIB Pidato Nota Keuangan dalam Sidang DPR RI soal RAPBN 2020.

    Dalam sidang tahunan akan dipaparkan laporan kinerja lembaga-lembaga negara yang dibacakan oleh Presiden. Sidang Tahunan MPR memiliki arti dan dampak penting baik buat lembaga-lembaga negara dan masyarakat.

    Sidang Tahunan MPR adalah wadah bagi lembaga-lembaga negara untuk menyampaikan laporan hasil kinerjanya kepada rakyat.

    Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan RAPBN 2020 akan menampung visi misi presiden terpilih dan untuk janji kampanye Jokowi.

    Sekitar pukul 15:05 Presiden Jokowi dijadwalkan menyerahkan RUU tentang RAPBN Tahun 2020 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya kepada Ketua DPR RI dilanjutkan dengan penyerahan RUU tentang RAPBN Tahun 2020 besarta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya serta surat permintaan pertimbangan dari Ketua DPR RI kepada Ketua DPR RI.

    Sebelumnya, berdasarkan jadwal dari MPR RI, Presiden Joko Widodo akan berpidato pada Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2019 mulai pukul 08:30 WIB. Selanjutnya, pada pukul 10:38 WIB, Jokowi akan menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam rangka HUT ke-74 Kemerdekaan RI. Selama 40 menit Presiden berpidato pada Sidang Bersama DPD RI-DPR RI.

    Sebelumnya, pada Kamis, 15 Agustus 2019, pukul 18:00 WIB Jokowi telah meninjau langsung persiapan pelaksanaan Sidang Tahunan MPR RI. Presiden tiba di Gedung Nusantara atau Gedung Kura-kura menggunakan kendaraan dinas kepresidenan yang disambut oleh Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar, dan jajarannya, yang kemudian mengantar Presiden menaiki eskalator menuju ruang sidang di Gedung Nusantara.

    BISNIS | ANTARA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?