September, Susi Pudjiastuti Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan Lagi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Susi Pudjiastuti menggunakan teropong dalam operasi pengawasan illegal fishing di perairan perbatasan Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau dengan menggunakan KRI Usman Harun, pada 14-15 April 2019. Menteri Susi langsung memantau keberadaan kapal-kapal perikanan asing yang kerap melakukan illegal fishing di perairan Laut Natuna Utara. KKP

    Menteri Susi Pudjiastuti menggunakan teropong dalam operasi pengawasan illegal fishing di perairan perbatasan Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau dengan menggunakan KRI Usman Harun, pada 14-15 April 2019. Menteri Susi langsung memantau keberadaan kapal-kapal perikanan asing yang kerap melakukan illegal fishing di perairan Laut Natuna Utara. KKP

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akan kembali menenggelamkan kapal pencuri ikan dalam waktu dekat. Namun eksekusi menunggu Susi selesai cuti.

    “Setelah saya pulang (kelar cuti),” ujar Susi saat dihubungi Tempo pada Kamis petang, 15 September 2019.

    Kala ditemui di rumah dinasnya pada Kamis sore, Susi memang menyampaikan rencana cutinya. Ia akan rehat selama tiga pekan mulai 19 Agustus esok.

    Ihwal rencana eksekusi kapal pencoleng, Susi belum dapat menjelaskan jumlah unit yang bakal dimusnahkan. Sebab, saat ini ada beberapa kasus yang masih menjalani banding hingga kasasi di persidangan. Ada pula kasus yang telah diputus di persidangan, namun belum inkracht.

    Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP saat ini juga masih belum mendata secara pasti. Namun, berdasarkan data direktorat, sebagian besar kapal yang akan dieksekusi adalah kapal pencuri ikan berbendera asing, seperti dari Vietnam, Malaysia, dan Thailand. 

    Sedangkan soal lokasi penenggelaman kapal, menurut Direktorat, dipastikan tak jauh berbeda dengan eksekusi sebelumnya. Tempat-tempat yang dimaksud di antaranya di kawasan perairan Kepulauan Riau dan Kalimantan.

    Pada Juli lalu, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Agus Suherman mengatakan, sampai semester I 2019 ada 516 kapal pencoleng yang telah ditenggelamkan.

    Kapal-kapal itu mayoritas didominasi dari Vietnam, yakni mencapai 294 unit. Lalu, kapal Filipina berjumlah 92, Malaysia 76 kapal, Indonesia 26 kapal, Thailand 23 kapal, Papua Nugini dua kapal. Sedangkan, Cina, Nigeria, dan Belize masing-masing satu kapal. 

    Dari upaya penenggelaman itu, KKP telah mencatat sejumlah pencapaian program-program selama semester I. Di antaranya laju pertumbuhan PDB perikanan triwulan I yang mencapai 5,67 persen lebih tinggi daripada laju pertumbuhan PDB Nasional 5,07 persen.

    Angka tersebut juga lebih tinggi dari laju pertumbuhan PDB kelompok pertanian sebesar 1,81 persen. PDB Perikanan pun naik dari Rp 58,97 triliun pada triwulan I 2018 menjadi Rp 62,31 triliun pada triwulan I 2019.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.