HUT RI, Menteri Susi Ajak Bersih-bersih Sampah Laut di 74 Titik

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (tengah), Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Brahmantya Satyamurti Poerwadi (kedua kiri), dan sejumlah selebritas yang tergabung dalam komunitas Pandu Laut menggelar konferensi pers di rumah dinas Susi, kompleks Widya Chandra, Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (tengah), Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Brahmantya Satyamurti Poerwadi (kedua kiri), dan sejumlah selebritas yang tergabung dalam komunitas Pandu Laut menggelar konferensi pers di rumah dinas Susi, kompleks Widya Chandra, Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menceritakan rencananya memperingati Hari Ulang Tahun RI atau HUT RI dengan bersih-bersih sampah di laut. Ia menggandeng komunitas Pandu Laut bakal mengajak masyarakat memungut sampah plastik di 74 titik dari Sumatera sampai Papua pada 18 Agustus 2019.

    "Kita ingin kepedulian masyarakat Indonesia terhadap laut lebih tinggi. Laut penting untuk kita," ujar Susi di rumah dinasnya, kompleks Widya Chandra, Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019. 

    Gerakan yang diinisiai Susi dan Pandu Laut ini dihelat dengan tajuk "Memunggungi Laut". Adapun kegiatan itu telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir dan selalu dilakukan bertepatan dengan momen kemerdekaan. Susi bercerita, kegiatan ini berawal dari keprihatinan masyarakat terhadap pencemaran sampah yang masif terjadi. 

    Susi mengatakan saat ini sampah di laut Indonesia menjadi penyumbang jumlah sampah paling besar kedua di dunia setelah Cina. Kondisi ini mengancam 800 spesies biota laut dan karang. Sementara itu, jumlah sampah pada 2040 hingga 2050 lebih banyak ketimbang ikan bila gerakan ini tak dicanangkan sejak sekarang. 

    Karena itu, Susi menegaskan gerakan ini penting dilakukan untuk menjaga sumber daya laut dan mengembangkan kawasan konservasi perairan. Berdasarkan data yang dipaparkan, saat ini wilayah perairan yang masuk kawasan konservasi seluas 22,69 juta hektare. 

    Menurut Susi, ada sejumlah tokoh, baik musikus maupun selebritas, yang turut bergabung menyuarakan kegiatan Memunggungi Laut. Mereka di antaranya adalah Kaka Slank, Tora Sudiro, dan Ridho Hafiedz Slank, yang juga merupakan anggota komunitas Pandu Laut. 

    Susi berharap tahun ini jumlah masyarakat yang tergerak mengikuti kegiatan bersih-bersih laut bertambah. Ia menargetkan ada 74 ribu orang bergabung. Dalam kegiatan ini, Pandu Laut memperoleh dukungan dari KKP dan dua BUMN, yakni BRI dan Pertamina. 

    Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Bramantya Setyamurti mengatakan sepanjang 2 tahun lalu, jumlah sampah yang terkumpul dari gerakan bersih-bersih kolaborasi KKP dan Pandu Laut berjumlah 395.327 kilogram. Rinciannya, pada 2017, jumlah sampah terkumpul 28.777,50 kilogram, sedangkan pada 2018 mencapai 366.549,92 kilogram. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.