Menteri Darmin: Avtur Berbasis CPO Sudah Bisa Digunakan di 2021

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memeriksa alat di Depot Pengisian Pesawat Udara di (DPPU) Pertamina Cengkareng, Tangerang, Banten, 26 Januari 2016. Kebutuhan avtur setiap tahun untuk memenuhi operasional maskapai penerbangan di Indonesia mencapai 5 juta kiloliter (KL) atau 5 miliar liter. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Pekerja memeriksa alat di Depot Pengisian Pesawat Udara di (DPPU) Pertamina Cengkareng, Tangerang, Banten, 26 Januari 2016. Kebutuhan avtur setiap tahun untuk memenuhi operasional maskapai penerbangan di Indonesia mencapai 5 juta kiloliter (KL) atau 5 miliar liter. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Batam - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan green avtur, atau avtur yang berasal dari CPO sudah dapat digunakan pada 2 hingga 2,5 tahun lagi atau sekitar tahun 2021. "Kalau avtur bisa segera, 2 sampai 2,5 tahun dari sekarang sudah bisa," kata Menteri usai menghadiri peresmian MRO Lion Air di Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 14 Agustus 2019.

    Darmin yakin dengan menggunakan avtur, menghemat biaya industri penerbangan bisa dihemat hingga miliaran rupiah. Oleh karena itu, pemerintah terus mengembangkan pengolahan CPO menjadi berbagai jenis bahan bakar. "Pengembangan CPO tidak sekedar avtur," kata dia.

    Saat ini pemerintah telah membuat kesepakatan dengan pebisnis kelapa sawit dan pihak maskapai penerbangan untuk pengembangan avtur dari CPO.

    Pendiri Lion Air Rusdi Kirana menyambut baik upaya pemerintah mengelola CPO menjadi avtur. "Menteri sudah bahas CPO bisa diubah jadi avtur sehingga merubah devisa dari negatif menjadi positif," ucapnya.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebelumnya mengarahkan minyak sawit atau CPO untuk diolah menjadi bahan bakar berjenis green avtur (bahan bakar avtur yang ramah lingkungan). "Saya melihat CPO ini, saya mendengar CPO ini juga bisa dibuat avtur," katanya.

    Jokowi secara spesifik meminta impor avtur bisa ditekan agar pada akhirnya mengurangi defisit neraca perdagangan. "Tolong ini ditekuni lagi lebih dalam. Sehingga kalau itu bisa, pertama mengurangi impor avtur kita sehingga defisit neraca perdagangan, defisit neraca transaksi berjalan akan semakin baik," katanya dalam pembukaan rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta beberapa waktu lalu.

    Presiden Jokowi  juga meminta Pertamina untuk pemanfaatan CPO melalui co-processing guna memproduksi green diesel maupun green gasoline di sejumlah kilang minyak PT Pertamina. Dia juga mengarahkan perusahaan-perusahaan kelapa sawit dapat mendorong pemrosesan minyak sawit menjadi bahan bakar ramah lingkungan. "Itu penting semua untuk melaksanakan ini dan kita harapkan juga mempercepat perkembangan industri green refinery kita."

    Lebih jauh Jokowi berharap penggunaan Biodiesel B20 pada Januari 2020 dapat berpindah ke B30. "Dan selanjutnya nanti di akhir 2020 sudah meloncat lagi ke B50," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.