Investigasi Minyak Tumpah Pertamina Dimulai Usai Semburan Mandeg

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga bersama anggota TNI membersihkan tumpahan minyak (Oil Spill) yang tercecer di Pantai Desa Cemara Jaya, Karawang, Jawa Barat, Kamis, 1 Agustus 2019. Sejumlah desa terkena dampak tumpahan minyak milik PT Pertamina, salah satunya Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Karawang, Jawa Barat. TEMPO/Hilman Fathurrahman  W

    Warga bersama anggota TNI membersihkan tumpahan minyak (Oil Spill) yang tercecer di Pantai Desa Cemara Jaya, Karawang, Jawa Barat, Kamis, 1 Agustus 2019. Sejumlah desa terkena dampak tumpahan minyak milik PT Pertamina, salah satunya Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Karawang, Jawa Barat. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Investigasi terkait penyebab adanya gelembung gas hingga  minyak tumpah di Sumur YYA-1, Proyek YY, Pertamina Hulu Energi Blok Offshore North West Java (ONWJ) baru akan bilakukan setelah aktivitas semburan minyak berhenti. Menurut Kasubdit Hulu Migas Kementerian ESDM, Mirza Mahendra, investigasi akan difokuskan untuk mengetahui penyebab utama kejadian gelembung gas dan tumpahan minyak.

    "Kami tangani [tumpahan minyak] semuanya,  baru nanti kita lakukan investigasi. Sesuai kewenangan di Direktorat Teknik, kami mempunyai tugas fungsi mencari penyebab utama dasar kejadian tumpahan minyak, bukan mencari siapa yang salah siapa yang benar," kata Mirza dalam konferensi pers Perkembangan Upaya Penanganan Peristiwa di Sumur YYA-PHE ONWJ, Kamis 15 Agustus 2018,

    Terkait hasil investigasi, akan terlebih dahulu dilaporkan kepada Dirjen Migas dan Menteri ESDM. Menurutnya, investigasi akan menitikberatkan pada data-data pengeboran dan lainnya. "Saat ini juga sebenarnya kami sedang mengumpulkan, tapi belum secara resmi investigasi," Mirza menambahkan.

    Ditjen Migas juga masih akan menunggu selesainya proses pengeboran relief well untuk menyuntikkan lumpur berat sehingga semburan minyak berhenti.

    Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan baru akan mengetahui penyebab terjadinya gelembung gas dan minyak tumpah di Sumur YYA-1, Proyek YY Blok ONWJ, 3 - 6 bulan setelah kejadian. Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman mengatakan masih mengumpulkan data-data serta memerlukan waktu untuk melakukan simulasi.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.