Trump Tunda Tarif Impor Cina, Mendag AS Minta Pasar Bersabar

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump menunjukkan perintah eksekutif yang menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran di Kantor Oval Gedung Putih di Washington, AS, 24 Juni 2019. [REUTERS / Carlos Barria]

    Presiden AS Donald Trump menunjukkan perintah eksekutif yang menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran di Kantor Oval Gedung Putih di Washington, AS, 24 Juni 2019. [REUTERS / Carlos Barria]

    Pembicaraan melalui saluran telepon lainnya dijadwalkan antara kedua belah pihak akhir bulan ini.
    "Negosiasi ini akan terjadi secara tertutup," kata Navarro. "Orang-orang hanya perlu bersabar."

    Editor surat kabar Global Times yang dikelola Cina, HU Xijin, mengatakan, Cina  membutuhkan penghapusan semua tarif tambahan AS untuk mencapai kesepakatan, bukan hanya menunda tarif yang 10 persen. Hu Xijin juga meragukan bahwa Cina akan menindaklanjuti penundaan itu dengan pembelian signifikan barang-barang pertanian AS seperti yang diminta oleh Trump.

    "Sejauh yang saya tahu, pihak Cina meminta agar kedua belah pihak menghormati konsensus yang dicapai di KTT Osaka, yang menghapus semua tarif tambahan, tidak menunda beberapa. Saya ragu pihak China akan melanjutkan pembelian produk-produk pertanian AS dalam skala besar dalam situasi saat ini, ” cuit Hu.

    Perang dagang AS dan Cina telah berlangsung sejak Juli 2018 seperti dilansir Reuters. Perang dagang ini diwarnai kenaikan tarif 10 - 25 persen yang diputuskan oleh Presiden Trump terhadap sejumlah barang Cina. Beijing membalas dengan menaikkan tarif pada kisaran 5 - 25 persen untuk berbagai komoditas seperti kedelai dari AS. 

     
     
    ANTARA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.