Startup Perikanan Aruna Bakal Disuntik Modal SoftBank

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko bidang Maritim Luhut Panjaitan (kedua kiri) berbincang dengan CEO Grab Anthony Tan (kiri), Founder dan CEO Softbank Masayoshi Son (kedua kanan) dan President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata (kanan) usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 29 Juli 2019. ANTARA

    Menko bidang Maritim Luhut Panjaitan (kedua kiri) berbincang dengan CEO Grab Anthony Tan (kiri), Founder dan CEO Softbank Masayoshi Son (kedua kanan) dan President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata (kanan) usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 29 Juli 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan perusahaan teknologi asal Jepang, SoftBank, siap menanamkan modalnya di sejumlah startup anyar di Indonesia. Salah satunya adalah startup bidang perikanan, Aruna.

    Menurut Luhut, hal tersebut sempat dibicarakannya dengan CEO SoftBank Masayoshi Son kala mereka bersua beberapa waktu lalu. Waktu itu, kata Luhut, dia meminta perusahaan dari negeri Sakura tak hanya menyuntik dana ke perusahaan besar seperti Grab dan Tokopedia, namun juga ke bisnis rintisan baru.

    "Saya bilang kamu jangan cuma Grab aja dong, yang lokal juga dikasih, akhirnya bisa dapat kayaknya si Aruna itu. Kabarnya sudah dikirim orang dari SoftBank ke mereka," ujar Luhut. Aruna, tutur dia, adalah sebuah perusahaan teknologi bidang perikanan yang bertujuan memotong rantai perdagangan ikan yang selama ini dinilai terlalu panjang.

    Luhut optimistis perusahaan sektor perikanan ini bisa menjadi incaran para calon penanam modal. Sehingga, bisa jadi bisnis rintisan itu menyusul sejumlah startup lainnya untuk mendapat predikat unicorn. "Sekarang malah jadi rebutan Aruna itu, orang mau berinvestasi, tahu-tahu jadi unicorn saja tuh."

    Sebelumnya, Luhut mengatakan SoftBank berpeluang meningkatkan investasinya di Indonesia hingga mencapai US$ 10 miliar atau sekitar Rp 140 triliun dengan asumsi nilai tukar Rp 14.000 per dolar Amerika Serikat.

    "Jadi mereka melihat peluang investasi di Indonesia, dalam lima tahun ke depan, dia bisa datang dengan US$ 10 miliar," ujar Luhut di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Senin petang, 5 Agustus 2019.

    Luhut menyebut CEO SoftBank Masayoshi Son tampak terkesan dengan Presiden Jokowi sehingga komitmen investasi US$ 2 miliar yang belakangan dicanangkan pun disebut akan diperbanyak menjadi US$ 5 miliar dalam tiga tahun investasi ke depan.

    "Setelah bertemu dengan presiden beliau terkesan dengan presiden, sehingga agenda yang dijadwalkan 30 menit menjadi 1 jam, jadi dia confidence," tutur Luhut Pandjaitan. Bahkan ia mengatakan CEO SoftBank ini baru pertama kali mau menggelar konferensi pers dengan wartawan lantaran menikmati kunjungannya ke Indonesia.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.