Ridwan Kamil Desak Pertamina Cari Penyebab Kebocoran Minyak

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak berada di samping tumpukan karung berisi ceceran minyak mentah di Pantai Mekarjaya, Karawang, Jawa Barat, Kamis, 8 Agustus 2019. Pertamina menyatakan hingga 7 Agustus 2019, total ceceran minyak mentah di pesisir pantai atau shoreline yang berhasil dikumpulkan telah mencapai 1.047.386 karung atau seberat 4.915 ton dengan estimasi oil spill content per karung maksimal 10 persen. ANTARA

    Seorang anak berada di samping tumpukan karung berisi ceceran minyak mentah di Pantai Mekarjaya, Karawang, Jawa Barat, Kamis, 8 Agustus 2019. Pertamina menyatakan hingga 7 Agustus 2019, total ceceran minyak mentah di pesisir pantai atau shoreline yang berhasil dikumpulkan telah mencapai 1.047.386 karung atau seberat 4.915 ton dengan estimasi oil spill content per karung maksimal 10 persen. ANTARA

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah mendesak PT Pertamina (Persero) untuk mencari penyebab pemicu terjadinya kebocoran minyak yang terjadi di salah satu sumur migas PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Jawa (ONJW) di perairan Karawang, Jawa Barat. “Saya suda minta Pertamina dan tim ahli melakukan kajian,” kata dia di Bandung, Rabu, 14 Agustus 2019.

    Ridwan Kamil mengaku, banyak warga yang menanyakan soal penyebab kebocoran minyak tersebut. Pertanyaan yang datang di antaranya termasuk yang mengaitkannya dengan rentetan gempa bumi yang terjadi akhir-akhir ini, hingga soal pipa dari sumur penyedotan migas dari dalam bumi.

    “Itu pertanyaan banyak orang. Ini karena masalah teknis si pipanya? Berarti menjadi lampu kuning buat pipa lain. Atau memang karena kebencanaan yang walaupun pipanya bagus, itu menjadi musibah,” kata Ridwan Kamil.

    Ridwan Kamil mengatakan, kesimpulan penyebab itu tidak  terlalu penting saat ini. “Apa pun kesimpulannya, gak terlalu penting. Yang penting menyelesaikan tumpahan minyak ini secepatnya,” kata dia.

    Beberapa waktu lalu, Ridwan Kamil sempat berkunjung ke pesisir Karawang untuk melihat dampak tumpahan minyak Pertamina. Saat itu dirinya mendapat penjelasan Pertamina bahwa proses pengeboran relief well untuk menghentikan minyak yang tumpah di ladang minyak PHE-ONWJ itu sudah dimulai.

    “Per kunjungan saya , Relief Well, sumur emergency untuk menutupnya itu bergerak di 30 persen minggu lalu. Berarti sekarang sudah bergerak lebih cepat lagi,” kata Ridwan Kamil.

    Ridwan Kamil berencana mengunjungi lagi lokasi tumpahan minyak Pertamina itu untuk melihat perkembangan penanganannya, tapi dia tidak merinci waktunya. “Sesuai kebutuhan via koordinasi dengan para bupati,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.