Jokowi Minta WEF Tak Hanya Datangkan Presiden tapi Juga CEO

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • World Economic Forum. weforum.org

    World Economic Forum. weforum.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Delegasi World Economic Forum (WEF) pada hari ini menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro menyatakan delegasi WEF meminta dukungan dari Presiden mengenai rencana pertemuan tahunan (annual meeting) WEF di Indonesia pada 2020.

    "Pokoknya tahun depan targetnya di Jakarta. Nah itu ya intinya (WEF) meminta dukungan Presiden dan menanyakan mengenai apa topik utamanya," kata Bambang seusai mendampingi Presiden menemui delegasi WEF, Rabu, 14 Agustus 2019.

    Bambang menyatakan Presiden menyampaikan bahwa fokus Indonesia dalam 5 tahun mendatang adalah sumber daya manusia atau human capital. Dengan demikian, nuansa dari WEF pada 2020 adalah human capital.

    Bambang mengatakan Presiden meminta supaya pihak yang diundang dalam WEF yang akan diselenggarakan di Indonesia itu bukan hanya kepala negara dari negara-negara Asia Tenggara. Presiden Jokowi berharap para Chief Executive Officer (CEO) dari perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan human capital juga diundang.

    "Termasuk perusahaan teknologi, unicorn, termasuk perusahaan penyedia jasa tenaga kerja, misalnya, yang sekarang internasional. Ingin agar pertemuan itu benar-benar bicara mengenai bagaimana mengembangkan human capital di Indonesia," kata Bambang.

    Bambang mengatakan pemerintah akan mendorong bagaimana WEF dapat membantu Indonesia dalam mendesain human capital di masa mendatang. WEF, ujar Bambang, akan menggambarkan kondisi suatu negara berdasarkan perspektif mereka.

    Bambang mengatakan kemungkinan World Economic Forum itu akan diselenggarakan di Jakarta pada Juni 2020. "Biasanya mereka bikin bulan Juni, tapi ya tentunya tergantung jadwal Pak Presiden sendiri dan Indonesia," kata Bambang.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.