Luhut Pandjaitan Yakin Tumpahan Minyak Karawang Usai 3 Pekan Lagi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan menjadi Distinguished Guest Speaker di Universitas Pelita Harapan (UPH) Festival 2019 Rabu, 14 Agustus 2019. TEMPOAyu Cipta

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan menjadi Distinguished Guest Speaker di Universitas Pelita Harapan (UPH) Festival 2019 Rabu, 14 Agustus 2019. TEMPOAyu Cipta

    TEMPO.CO, Tangerang - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan memastikan dalam kurun dua atau tiga pekan ke depan permasalahan minyak tumpah di Karawang akan selesai.

    “Saya kira ditangani dengan baik, dengan bagus ya sampai hari ini oleh Pertamina," kata Luhut ditemui usai menjadi Distinguished Guest Speaker di Universitas Pelita Harapan (UPH) Festival 2019  di  Karawaci Tangerang Provinsi Banten hari ini Rabu 14 Agustus 2019.

    Pada 12 Juli lalu di lepas pantai Karawang, tepatnya di sekitar anjungan YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), muncul gelembung gas dan tumpahan minyak ke perairan, sekitar 2 kilometer dari garis pantai pesisir utara Pulau Jawa. 

    Perusahaan berkilah penyebab kebocoran adalah aktivitas re-entry saat pengeboran di sumur YYA-I. Dampaknya, lautan seluas 45,37 kilometer persegi tercemar minyak dan gas.

    Penyebab terjadinya gelembung gas dan tumpahan minyak di Sumur YYA-1, Proyek YY Blok ONWJ diperkirakan baru bisa diketahui 3 hingga 6 bulan setelah kejadian. 

    Luhut Pandjaitan mengatakan ahli yang dulu menangani Teluk Meksiko Turun tangan. "Mereka sudah hire yang ahli dulu mengenai Teluk Meksiko dan mereka sudah mulai mengebor dan menutup lubang," kata dia.

    AYU CIPTA


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.