Parameter SDM Indonesia Maju Versi Luhut Pandjaitan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seusai menggelar rapat bersama sejumlah stakeholder di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis petang, 25 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seusai menggelar rapat bersama sejumlah stakeholder di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis petang, 25 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Tangerang - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan hari ini Rabu 14 Agustus 2019 menjadi Distinguished Guest Speaker di Universitas Pelita Harapan (UPH) Festival 2019 di Karawaci Tangerang Provinsi Banten.

    Di hadapan 3000- an mahasiswa baru UPH itu Luhut membagikan kiat menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dan unggul. “SDM unggul bagi bangsa Indonesia, tidak hanya pintar dalam bidang studi teknologi, kesehatan, ekonomi tapi harus punya hati," kata dia.

    Luhut menilai sebagai kampus, UPH sudah terkenal dengan fakultas-fakultas yang bagus. Di antaranya Fakultas Hukum, Kedokteran, juga fakultas lain.

    “Saya pikir UPH ini kan sudah terkenal, ya belum tentu semua bisa leading, tetapi dalam beberapa bidang itu kalau didorong terus akan membantu SDM dan program pemerintah Presiden Jokowi itu,” kata dia kepada wartawan.

    Luhut menyebut SDM Indonesia sudah maju. Parameternya
    dimulai dari investment grade kemudian GDP Gross Domestic Product juga pendapatan perkapita.

    Februari lalu, BPS mengumumkan bahwa rata-rata pendapatan orang Indonesia mencapai Rp 56 juta atau US$ 3.927 per tahun. Angka ini tercatat naik sebesar 7,92 persen dari 2017 yang mencapai Rp 51,89 juta atau US$ 3.876,8 per tahun. Dengan tingkat rata-rata pendapatan itu, Indonesia bisa dikatakan telah masuk ke dalam negara yang memiliki pendapatan menegah ke atas.

    Hal ini didasarkan pada kategori yang dibuat oleh Bank Dunia. Dalam kategori yang dibuat oleh Bank Dunia itu, sebuah negara bisa dikatakan masuk dalam berpendapatan menengah ke atas jika memiliki pendapatan rata-rata mencapai US$ 3.896 - US$ 12.055 per tahun. Sedangkan untuk negara maju, pendapatan rata-ratanya harus berada di atas US$ 12.056 per tahun.

    AYU CIPTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.