Kembangkan Wisata Danau Toba, Luhut Sebut Butuh Rp 1 Triliun

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi saat meninjau perkembangan pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Muara di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Senin, 29 Juli 2019.  Dermaga Muara diproyeksikan akan menjadi pintu masuk wisatawan menuju daerah-daerah lainnya yang berada di pinggiran Danau Toba. ANTARA

    Presiden Jokowi saat meninjau perkembangan pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Muara di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Senin, 29 Juli 2019. Dermaga Muara diproyeksikan akan menjadi pintu masuk wisatawan menuju daerah-daerah lainnya yang berada di pinggiran Danau Toba. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Untuk memercepat pengembangan destinasi super prioritas Danau Toba di Sumatera Utara, Menteri Luhut Binsar Pandjaitan menyebut dana  yang dibutuhkan mencapai Rp 1 triliun. Namun, dana tersebut tidak dari pemerintah saja, melainkan juga dari swasta yang ikut berkontribusi, seperti Grab Indonesia.

    "Danau Toba itu tadi dihitung, saya dapat laporan kira-kira hampir Rp 1 triliun untuk infrastrukturnya, juga untuk tempat yang dikunjungin, spot-spotnya," kata Luhut di Kantornya Kemenko Maritim, Jakarta Pusat, Selasa 13 Agustus 2019.

    Luhut juga menjelaskan dana sebesar itu akan digunakan untuk membangun infrastruktur penunjang pariwisata seperti sarana transportasi. Adapun Grab Indonesia akan mengadakan pelatihan khusus bagi mitra pengemudi yang beroperasi di sekitar destinasi s prioritas Danau Toba. "Tentu ada investasi infrastruktur dia (Grab) juga dong, dan pelatihan supir. Kan dia investasi," ujar Luhut.

    Selain transportasi, Luhut menjelaskan, Grab bakal menyediakan pemesanan penginapan atau hotel untuk destinasi wisata. Selain itu Grab juga akan menjalankan promosi ke sejumlah 108 juta penggunanya.

    "Grab sediakan transportasi lengkap, link-nya ke mana-mana. Semuanya dia bisa (hotel dan paket wisata). Seperti itulah kita bikin, lebih murah daripada promosi jauh-jauh," ucap Luhut.

    Adapun Presiden Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata menjelaskan bahwa pihaknya telah menggelontorkan investasi yang cukup besar untuk pengembangan teknologi dan operasional guna mendukung pengembangan destinasi wisata super prioritas Danau Toba . Hal ini pun telah masuk dalam perencanaan Grab sejak lama. Namun, ia enggan menyebutkan besaran dari investasi yang akan dikeluarkan.

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.