Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta Direvitalisasi per 15 Agustus

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerikasaan penumpang dengan menggunakan detektor metal di terminal 1C bandara Soekarno Hatta, (12/7). TEMPO/Seto Wardhana.

    Pemerikasaan penumpang dengan menggunakan detektor metal di terminal 1C bandara Soekarno Hatta, (12/7). TEMPO/Seto Wardhana.

    TEMPO.CO, Tangerang - PT Angkasa Pura II (Persero) menetapkan per 15 Agustus 2019 mendatang proyek revitalisasi Terminal 1C Bandara Internasional Soekarno-Hatta dimulai.

    Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang mengatakan pengembangan Terminal 1 dilakukan secara bertahap dimulai dari Terminal 1C, menyusul kemudian 1B dan 1A. "Selama dilakukan penataan, Terminal 1C tidak dapat dioperasikan untuk sementara waktu," ujarnya, Senin 12 Agustus 2019.

    Maskapai yang berada di Terminal 1C saat ini Citilink, Trigana Air dan Airfast Indonesia akan berpindah operasional pada 15 Agustus 2019. Khusus maskapai Citilink akan pindah ke Terminal 2 domestik. Sedangkan Trigana dan Airfast bergeser ke Terminal 1B.

    Febri mengatakan revitalisasi dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan kapasitas jumlah penumpang dua kali lipat dari yang ada saat ini. Dengan direvitalisasi, Terminal 1 nantinya akan memiliki kapasitas 18 juta dari sebelumnya 9 juta penumpang per tahun.

    Revitalisasi ini adalah yang pertama kali dilakukan sejak 1985 Bandara Soekarno-Hatta beroperasi. Revitalisasi terminal ini juga untuk meningkatkan kapasitas penumpang per tahun di Bandara Soekarno-Hatta yang pada tahun 2018 sudah mencapai 67 juta orang. Sedangkan kapasitasnya hanya 43 juta orang.

    "Kondisi terminal saat ini dinilai kurang memadai untuk melayani jumlah penumpang yang terus bertambah," kata Febri.

    Meski begitu, Febri menegaskan, revitalisasi Terminal 1 akan tetap mempertahankan desain awal. Proyek yang diagendakan selesai pada 360 hari tersebut akan memperluas central corridor area, connecting boarding lounge area, check-in counter area dan sebagainya.

    Gagasan untuk meremajakan Terminal 1 dilakukan selain karena untuk meningkatkan kapasitas penumpang juga sebagai terobosan untuk mengimplementasikan dari perkembangan dunia teknologi.

    Inovasi serta konsep transformasi layanan berbasis digital atau otomatisasi nantinya guna mempercepat pergerakan penumpang di dalam Terminal.

    “Berbagai layanan berbasis digital, seperti digital lounge, fasilitas game station, digital wayfinding, smart baggage, akan tersedia di sana,” kata Febri.

    Tak hanya Terminal 1, Terminal 2 pun secara bertahap sedang direvitalisasi sehingga ke depan secara keseluruhan total akan dapat menampung 75 juta penumpang per tahun.

    Proyek revitalisasi ini akan terintegrasi dengan sejumlah proyek pengembangan Bandara Soekarno-Hatta lainnya. Salah satunya proyek pembangunan integrated building.

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.