Pemerintah Klaim Realisasi Biodiesel B20 Capai 97,5 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukkan BBM jenis solar dengan campuran biodiesel 20 persen atau B20 saat peluncuran Mandatori B20 di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian di Jakarta, Jumat, 31 Agustus 2018. Kebijakan ini mulai berlaku pada 1 September 2018. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas menunjukkan BBM jenis solar dengan campuran biodiesel 20 persen atau B20 saat peluncuran Mandatori B20 di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian di Jakarta, Jumat, 31 Agustus 2018. Kebijakan ini mulai berlaku pada 1 September 2018. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah mengklaim sukses menerapkan penggunaan biodiesel 20 atau B20 sejak pertama kali diluncurkan September tahun lalu. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Darmin Nasution mengatakan, sejak Januari hingga 22 Juli 2019 realisasi B20 sudah mencapai 97,5 persen.

    Biodiesel 20 atau B20 ini adalah bahan bakar solar dengan campuran minyak sawit 20 persen. Darmin menuturkan, di tahun ini penyaluran minyak sawit yang disiapkan untuk B20 mencapai 3,4 juta kiloliter dan diprediksi pada akhir tahun sudah menyentuh 6,1 kiloliter. Dampak dari hasil ini, kata dia, impor solar Indonesia menurun.

    "Nah dengan demikian dan juga sebagai implikasi, impor solar sudah turun. Rata-rata impor solar bulanan 2019 adalah turun 45 persen dibanding rata-rata impor solar bulanan 2018," katanya usai rapat terbatas 'Evaluasi Pelaksanaan Mandatori Biodiesel' di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 12 Agustus 2019.

    Darmin menjelaskan dengan realisasi ini pemerintah mampu menghemat devisa sebesar US$ 1,7 miliar atau sekitar Rp 23 triliun dengan kurs Rp 14.000 per dolar AS.

    Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyebut capaian tersebut menggembirakan. Sebab, kata dia, dalam rapat terbatas tadi Presiden Joko Widodo atau Jokowi juga memerintahkan untuk melakukan uji coba penerapan B30 mulai 1 Oktober 2019.

    "Presiden putuskan mulai 1 oktober mulai persiapkan biodoesel dan akan efektif dijalankan pada Januari 2020," ujar Pramono.

    Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar menyebut penerapan B20 alias solar dengan campuran minyak sawit 20 persen telah membuat Indonesia hemat Rp 23 triliun. Penghematan itu didapat dari berkurangnya impor solar ke Tanah Air selama kurun waktu Januari-Juli 2019.

    "Kalau kita lihat, harga MOBS, dikalikan volume FAME yang didistribusikan, sudah 97 persen berhasil kita salurkan FAME dari target, maka penghematan itu sekitar US$ 1,66 miliar, Januari-Juli 2019," ujar Arcandra di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin, 12 Agustus 2019.

    Dalam periode itu, Kementerian ESDM mencatat penyerapan FAME telah mencapai sekitar 2,9 juta kiloliter dari targer 6,2 juta kiloliter.  Pada saat yang sama, setelah berhasil dengan mandatori B20, pemerintah juga tengah menguji coba penggunaan biodiesel B30 atau BBM dengan campuran minyak sawit 30 persen. Uji coba tersebut direncakan dilakukan hingga Oktober mendatang. Berbarengan dengan penerapan itu, pemerintah juga terus melakukan evaluasi.

    AHMAD FAIZ | CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.