Biodiesel Solar Campur Sawit Bikin Pemerintah Hemat Rp 23 T

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukkan perbedaan bahan bakar diesel dari mulai B0, B20, B30 dan B100 saat peluncuran road test B30 di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019. Penggunaan B30 bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor dan menyediakan BBM yang lebih ramah lingkungan. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas menunjukkan perbedaan bahan bakar diesel dari mulai B0, B20, B30 dan B100 saat peluncuran road test B30 di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019. Penggunaan B30 bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor dan menyediakan BBM yang lebih ramah lingkungan. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar menyebut penerapan biodiesel B20 alias solar dengan campuran minyak sawit 20 persen telah membuat Indonesia hemat US$ 1,66 miliar atau sekitar Rp 23 triliun. Penghematan itu didapat dari berkurangnya impor solar ke Tanah Air selama kurun waktu Januari-Juli 2019.

    "Kalau kita lihat, harga MOBS, dikalikan volume FAME yang didistribusikan, sudah 97 persen berhasil kita salurkan FAME dari target, maka penghematan itu sekitar US$ 1,66 miliar, Januari-Juli 2019," ujar Arcandra di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin, 12 Agustus 2019.

    Dalam periode itu, Kementerian ESDM mencatat penyerapan FAME telah mencapai sekitar 2,9 juta kiloliter dari targer 6,2 juta kiloliter.

    Pada saat yang sama, pemerintah juga tengah menguji coba penggunaan biodiesel B30 atau BBM dengan campuran minyak sawit 30 persen. Uji coba tersebut direncakan dilakukan hingga Oktober mendatang. Berbarengan dengan penerapan itu, pemerintah juga terus melakukan evaluasi.

    Kendati demikian Arcandra belum bisa memastikan kapan kebijakan bahan bakar minyak dengan campuran minyak sawit berkadar 30 persen alias B30 bisa diterapkan. "Yang pasti ini kami evaluasi sambil berjalan (uji coba)," ujar Arcandra. Pada Juni 2019, Badan Pusat Statistik mencatat impor seluruh komponen migas turun sebesar US$ 469,2 juta.

    Pemerintah mulai menggelar uji jalan bahan bakar Biodiesel B30 untuk bahan bakar solar pada kendaraan bermesin diesel pada Juni lalu. Sebanyak tiga unit truk dan delapan unit kendaraan berbahan bakar B30 akan menempuh jarak 40 ribu dan 50 ribu kilometer.

     

    "Uji jalan penggunaan B30 ini tidak hanya dapat dilakukan pada kendaraan bermesin diesel. Dalam waktu dekat, pengujian khusus juga akan dilakukan pada kereta api, angkutan laut, dan alat berat di pertambangan," ujar Kepala Badan Litbang ESDM Dadan KusdianaDadan di Kantor ESDM, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019.

    Dari mandatori B30 ini, diharapkan konsumsi biodiesel dalam negeri pada tahun 2025 akan meningkat hingga mencapai 6,9 juta kiloliter. Untuk diketahui, konsumsi biodiesel pada tahun 2018 telah mencapai 3,8 juta kiloliter, beriringan dengan implementasi B20 telah dilakukan secara luas.

     CAESAR AKBAR | HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.