Prediksi Ekonomi Tumbuh 4,5 Persen, Rizal Ramli: Makin Nyungsep

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan menteri Rizal Ramli menghadiri Aksi Bela Palestina di Lapangan Monas, Jakarta, 17 Desember 2017. Menurut polisi, aksi ini dihadiri sekitar 80.000 peserta dari berbagai kota. Instagram/@Rr.Rizalramli

    Mantan menteri Rizal Ramli menghadiri Aksi Bela Palestina di Lapangan Monas, Jakarta, 17 Desember 2017. Menurut polisi, aksi ini dihadiri sekitar 80.000 peserta dari berbagai kota. Instagram/@Rr.Rizalramli

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini di kisaran angka 4,5 Persen.  Menurut data BPS, pertumbuhan Indonesia kuartal II hanya 5,05 persen disebabkan faktor ekonomi makro yang terus menurun dalam beberapa waktu terakhir.

    "Kami ingin mengatakan bahwa tahun ini ekonomi Indonesia akan makin nyungsep, pertumbuhan ekonominya paling hanya 4,5 persen," kata mantan Menteri Keuangan era Presiden Abdurahman Wahid di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin 12 Agustus 2019.

    Adapun faktor ekonomi makro yang terus menurun seperti current account defisit (CAD) merosot ke US$ 8 miliar. Menurut Rizal, hal ini harus menjadi perhatian pemerintah jangan sampai kondisi ini membuat Indonesia harus mengalami krisis seperti 1997 dan 1998.

    "Indikator makro menunjukkan makin merosot. Grafik CAD makin merosot sampai terakhir US$ 8 miliar. PDB juga meningkat lumayan besar dan ini membahayakan. Dulu juga terjadi 1998 kayak gini," ujarnya

    Rizal mengatakan, bahwa apa yang dia sampaikan bertujuan untuk mengingatkan kepada pemerintah untuk mengantisipasi. Namun, menurutnya pemerintah selalu membantah kondisi perekonomian Indonesia masih baik. "Cuman seperti biasa pejabat kita kepedean. Sibuk bantah-bantah, bukan malah mencari solusi," tambahnya.

    Kemudian Rizal menambahkan, pemerintah ke depan harus memperbaiki seluruh komponen ekonomi makro agar pertumbuhan semakin besar. Selain itu, dia juga meminta pemerintah tidak menjadikan ekonomi sebagai proyek untuk kepentingannya sendiri.

    "Saya ingin mengatakan bahwa ekonomi bukan proyek. Mohon maaf, bukan hanya itu, tapi indikator lain juga seperti daya beli, pekerjaan dan macam-macam. Kalau hanya proyek bisa jebol nanti," ucap Rizal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.