Sri Mulyani: Perbaiki 4 Hal Ini Agar Tahan Guncangan Global

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers mengenai Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019. Menteri Keuangan menyatakan telah mencairkan THR sebesar Rp19 triliun atau 19 persen dari proyeksi kebutuhan dana untuk membayar THR bagi PNS. ANTARA

    Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers mengenai Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019. Menteri Keuangan menyatakan telah mencairkan THR sebesar Rp19 triliun atau 19 persen dari proyeksi kebutuhan dana untuk membayar THR bagi PNS. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan empat hal fundamental yang perlu diperbaiki secara berkelanjutan supaya ekonomi Indonesia tahan terhadap guncangan ekonomi global. Keempat hal itu mencakup produktivitas, tingkat kompetitif terkait dengan defisit neraca berjalan, pendalaman pasar keuangan, dan kebijakan struktural untuk memperbaiki investasi.

    Terkait hal itu, bekas Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyatakan, pemerintah tengah memperbaiki bauran kebijakan agar Indonesia mempunyai daya lentur atau resilience dalam menghadapi gejolak global maupun perubahan di dalam negeri. "Yang seringkali tidak bisa diprediksi dan dinamis seperti misalnya krisis keuangan atau kebijakan di negara-negara maju," kata Sri Mulyani seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan, Ahad, 12 Agustus 2019.

    Sri Mulyani juga mengungkapkan bahwa pemerintah bekerja sama dengan para stakeholders terkait seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan telah melakukan bauran kebijakan yang tepat. Kebijakan ini diharapkan dapat memperbaiki dan memperkuat fundamental ekonomi Indonesia antara lain melalui reformasi struktural dalam negeri.

    Oleh karena itu, Sri Mulyani juga menekankan perlunya kemandirian ekonomi yang terutama bersumber dari dalam negeri agar Indonesia mampu bertahan apabila terjadi guncangan global. "Indonesia memiliki modal yang menjanjikan misalnya dari sisi jumlah penduduk, potensi ekonomi yang besar, dan geografi yang luas dan kekayaan alamnya."

    Sebelumnya Sri Mulyani mengatakan Indonesia perlu mewaspadai terhadap kondisi volume perdagangan dunia yang diprediksi melemah hingga akhir tahun. Pelemahan terjadi seiring dengan menguatnya sentimen perang dagang Amerika Serikat dan Cina.

    Ia juga menyebutkan, dalam pertemuan bersama menteri keuangan, gubernur bank sentral, serta deputi keuangan dan bank sentral negara-negara yang tergabung dalam G20 di Jepang sebelumnya, volume perdagangan tahun ini diprediksi menjadi yang terlemah sejak krisis ekonomi 2008. “Karena dulu ekonomi dunia tumbuh sehat, bisa mencapai 5 atau 6 persen. Kalau sekarang hanya tumbuh 2,6 persen,” ujar  Sri Mulyani pertengahan Juni 2019 lalu. 

     

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.