BPJT Sebut 9 Jalan Tol Siap Diresmikan Hingga Akhir 2019

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana proyek pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda (MYC) Seksi V rute KM 13-Sepinggan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat, 7 September 2018. Pembangunan ruas jalan tol Balikpapan-Samarinda bagian dari Proyek Stategis Nasional sepanjang lebih-kurang 99 kilometer yang terbagi dalam lima seksi itu ditargetkan selesai pada April 2019. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Suasana proyek pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda (MYC) Seksi V rute KM 13-Sepinggan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat, 7 September 2018. Pembangunan ruas jalan tol Balikpapan-Samarinda bagian dari Proyek Stategis Nasional sepanjang lebih-kurang 99 kilometer yang terbagi dalam lima seksi itu ditargetkan selesai pada April 2019. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol atau BPJT Danang Parikesit menyatakan sebanyak sembilan ruas jalan tol sepanjang 406,14 kilometer siap diresmikan hingga akhir tahun 2019. Tambahan 9 ruas jalan tol ini diharapkan makin meningkatkan konektivitas antarwilayah dan efisiensi biaya logistik di Indonesia.

    Kesembilan ruas jalan tol tersebut adalah Jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Seksi 2 ruas Raya Bogor-Kukusan (5,5 km) dengan progres fisik saat ini sudah 100 persen. Danang merinci ruas jalan tol tersebut siap diresmikan pada Agustus 2019.

    "Pembangunan Jalan Tol Cijago sepanjang 14,64 km dilaksanakan oleh PT Translingkar Kita Jaya terbagi menjadi tiga seksi. Tol Cijago Seksi I dimulai dari Interchange Jagorawi hingga ke Jalan Raya Bogor, Seksi II dimulai dari Jalan Raya Bogor hingga Kukusan, dan Seksi III Kukusan ke Cinere," kata Danang seperti dikutip dari laman setkab.go.id di Jakarta, Senin, 12 Agustus 2019.

    Ruas tol kedua, katanya, adalah Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 189 km. Tol tersebut merupakan bagian dari Tol Trans-Sumatera, akan siap diresmikan pada September 2019.

    "Pada Lebaran 2019 lalu, ruas tol ini sudah digunakan fungsional untuk membantu kelancaran arus mudik dan balik, saat ini progress konstruksinya sudah sebesar 94,33 persen," kata Danang.

    Adapun ruas tol ketiga yaitu Jalan Tol Manado-Bitung Seksi 1-2A ruas Manado-Danowudu (22,5 km). Tol Manado-Bitung dibangun dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dengan nilai investasi total Rp 6,19 triliun.

    "Kehadiran tol pertama di Sulawesi Utara ini akan memangkas waktu tempuh Manado ke Bitung dan sebaliknya dari saat ini 90-120 menit, menjadi sekitar 30 menit," ucap Danang.

    Keempat, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Seksi 2-4 ruas Samboja-Samarinda (66,4 km). Kedua jalan tol tersebut saat ini sudah dalam tahap penyelesaian dengan progress konstruksi masing-masing sebesar 92,36 persen dan 96,71 persen. Dua ruas tol tersebut direncanakan siap diresmikan pada Oktober 2019.

    Ruas jalan tol kelima yaitu ruas Tol Kunciran-Serpong (11,14 km) dengan progress 94,24 persen dan keenam adalah ruas Tol Pandaan-Malang Seksi 4 Singosari-Pakis (5,1 km) dengan progress 97,1 persen. Kedua ruas tol tersebut ditargetkan November 2019 bisa beroperasi.

    Ketujuh, ruas Tol Kayu Agung-Palembang-Betung Seksi 1 ruas Kayu Agung-Jakabaring (33,5 km) dengan progress 74,44 persen. Kedelapan, ruas Tol Pekanbaru-Dumai seksi 1-2 ruas Pekanbaru-Petapahan (33,6 km) dengan progress 95 persen. Dan terakhir, ruas tol kesembilan adalah ruas Tol Jakarta-Cikampek II (Japek 2) (36,4 km) dengan progress konstruksi 91,42 persen.

    Menurut Danang, Jalan Tol Japek 2 yang dimulai dari SS Cikunir hingga Karawang tersebut akan memisahkan pengguna tol jarak jauh dengan pengguna jarak dekat.

    Pengendara yang menempuh jarak jauh bisa menggunakan Tol Japek 2 dan turun di ujung jalan tol layang, sehingga akan mengurai kepadatan dan memangkas waktu tempuh, baik kendaraan yang menuju kawasan industri di Karawang atau Cibitung maupun yang menuju Cikampek-Semarang dan Padalarang-Bandung.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.