Lebih Canggih dari MRT, LRT Jabodebek Dirancang Tanpa Masinis

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga bersiap mencoba kereta LRT di Stasiun Boulevard Utara, Kelapa Gading, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019. Dalam uji coba ini, kereta LRT akan melintasi 5 stasiun, yaitu Stasiun Boulevard Utara, Stasiun Boulevard Selatan, Stasiun Pulomas, Stasiun Equestrian, dan Stasiun Velodrome. TEMPO/Tony Hartawan

    Warga bersiap mencoba kereta LRT di Stasiun Boulevard Utara, Kelapa Gading, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019. Dalam uji coba ini, kereta LRT akan melintasi 5 stasiun, yaitu Stasiun Boulevard Utara, Stasiun Boulevard Selatan, Stasiun Pulomas, Stasiun Equestrian, dan Stasiun Velodrome. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan menjanjikan Light Rail Transit atau LRT Jabodebek yang akan segera dibangun bakalan lebih canggih dari Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta yang sudah ada saat ini. LRT Jabodebek dirancang untuk beroperasi tanpa masinis, sehingga sepenuhnya otomatis. 

    Dirjen Perkeretaapian, Zulfikri mengatakan, MRT Jakarta baru memiliki tingkat otomatisasi atau Grade of Automation (GoA) 2. Pada level ini, Automatic Train Protection (ATP) dan Automatic Train Operation (ATO) sudah dipakai, tetapi masih membutuhkan masinis. Sementara LRT Jabedebek tak lagi menggunakan masinisi, dan kru di dalam kereta hanya berfungsi saat kondisi darurat.

    LRT Jabodebek yang merupakan proyek strategis nasional senilai Rp 22,8 triliun ini akan menggunakan rel ketiga (third rail) seperti pendahulunya LRT Sumatera Selatan. Nantinya, pasokan listrik akan berasal dari rel ketiga, bukan aliran atas seperti KRL Commuter Line Jabodetabek, sehingga menambah daya estetika.

    Adapun pemerintah menargetkan LRT Jabedebek mulai beroperasi pada 2021, karena saat ini masih berfokus pada pengadaan lahan. Proses pembebasan lahan yang digunakan untuk LRT Jabodebek ini diharapkan bisa tuntas pada akhir Agustus 2019.

    “Pengoperasian pada 2021 itu sudah ultimate, sebelum itu mungkin Cawang-Cibubur sudah bisa dioperasikan. Seperti LRT Sumatera Selatan yang beroperasi secara bertahap,” ujar Zulfikri seperti dilansir Bisnis, Ahad 11 Agustus 2019.

    Ia  menjelaskan lahan untuk depo di Bekasi memang baru di atas 55 persen yang sudah dibebaskan. Namun, lahan yang sudah tersedia sudah dilakukan proses kontruksi awal berupa pengeboran.
     
    Pembangunan LRT Jabodebek fase I membentang dari Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, hingga Cawang-Dukuh Atas, sepanjang 44,3 km. Perkembangan pembangunan proyek yang dimulai sejak September 2015 ini lamban karena terganjal pembebasan lahan.

    Kendati demikian, Zulfikri penyelesaian konstruksi LRT Jabodebek untuk Cawang hingga Cibubur sudah lebih dari 90 persen. Relasi tersebut akan digunakan untuk uji coba pada September 2019 karena keretanya sudah siap.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.