Rupiah Tergelincir Pagi Ini, Dolar Berbalik ke Zona Hijau

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengikuti sosialisasi ciri keaslian Rupiah di Kota Langgur, Maluku Tenggara, Maluku, 5 November 2018. Bank Indonesia menerima penukaran uang lama atau uang lusuh dengan kualitas fisik 3/4 bagian yang utuh. Artinya, bila ada uang kertas yang robek dalam 1/4 bagiannya, masih bisa ditukar ke uang baru. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

    Warga mengikuti sosialisasi ciri keaslian Rupiah di Kota Langgur, Maluku Tenggara, Maluku, 5 November 2018. Bank Indonesia menerima penukaran uang lama atau uang lusuh dengan kualitas fisik 3/4 bagian yang utuh. Artinya, bila ada uang kertas yang robek dalam 1/4 bagiannya, masih bisa ditukar ke uang baru. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

    TEMPO.CO, Jakarta -Nilai tukar rupiah tergelincir dari penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat dan melemah pada perdagangan pagi ini, Senin, 12 Agustus 2019.

    Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka terdepresiasi 12 poin atau 0,08 persen di level Rp 14.205 per dolar AS dan terpantau melemah 19 poin atau 0,13 persen ke posisi 14.213 pukul 08.15 WIB.

    Pada perdagangan Jumat, 9 Agustus 2019, nilai tukar rupiah masih mampu menguat 19 poin atau 0,13 persen dan berakhir di level Rp 14.194 per dolar AS, apresiasi hari ketiga berturut-turut, seiring dengan melemahnya dolar AS.

    Sementara itu, pada perdagangan Jumat, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, ditutup terkoreksi 0,13 persen atau 0,127 poin di level 97,491.

    Pergerakan indeks dolar namun terpantau berbalik ke zona hijau dan naik tipis 0,02 persen atau 0,023 poin ke level 97,514 pagi ini, Senin, 12 Agustus 2019 pukul 08.05 WIB. Sepanjang perdagangan pagi ini, indeks dolar AS bergerak di level 97.556 – 97.535.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.