Terdongkrak Capital Inflow, IHSG di Awal Pekan Menguat ke 6.303,5

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas di hari pertama perdagangan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini parkir di zona hijau. TEMPO/Tony Hartawan

    Aktivitas di hari pertama perdagangan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini parkir di zona hijau. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melanjutkan penguatannya di awal perdagangan hari ini, Senin, 12 Agustus 2019. Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,34 persen atau 21,37 poin ke level 6.303,5 pada pukul 09.10 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

    Pada perdagangan terakhir pekan lalu Jumat pekan lalu, IHSG berakhir naik 0,12 persen atau 7,46 poin di level 6.282,13, kenaikan hari ketiga berturut-turut. Indeks mulai melanjutkan penguatannya dengan dibuka naik 0,30 persen atau 18,54 poin di level 6.300,67 pagi ini.

    Seluruh sembilan sektor bergerak positif, dipimpin infrastruktur (+0,75 persen), aneka industri (+0,59 persen), dan barang konsumsi (+0,39 persen). Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang masing-masing naik 1,41 persen dan 0,92 persen menjadi pendorong utama atas penguatan IHSG.

    Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menyatakan, potensi IHSG untuk dapat kembali menembus level resisten terdekat masih terlihat cukup besar. Hal tersebut ditunjang oleh arus dana masuk ke dalam pasar modal serta kuatnya fundamental perekonomian yang terlihat dari data data perekonomian yang dilansir sejauh ini.

    “Peluang naik masih akan terjadi pada pergerakan IHSG. IHSG diperkirakan bergerak di level 6.231 – 6.372 pada perdagangan hari ini,” kata William melalui riset harian yang diterima, Senin, 12 Agustus 2019.  

    Sementara itu, Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan indikator Stochastic yang berfluktuatif dan RSI yang bullish momentum masih memberikan signal positif pada pergerakan IHSG selanjutnya. "Sehingga diproyeksikan IHSG masih akan bergerak melanjutkan penguatannya meskipun terbatas pada rentang pergerakan 6.254-6.343," demikian menurut riset hariannya.

    Indeks saham lainnya di Asia mayoritas juga bergerak di zona hijau pagi ini. Indeks Shanghai Composite dan CSI 300 Cina masing-masing mampu naik 0,14 persen dan 0,22 persen. Nikkei 225 dan Topix Jepang masing-masing naik 0,25 persen dan 0,49 persen. Adapun indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,37 persen dan indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,20 persen. 

    Berbanding terbalik dengan IHSG, nilai tukar rupiah tergelincir dan terpantau melemah 31 poin atau 0,22 persen ke level Rp 14.225 per dolar AS pukul 08.46 WIB. Padahal pada Jumat pekan lalu rupiah terapresiasi 19 poin atau 0,13 persen di posisi Rp 14.194 per dolar AS.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.